nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa Diminta Peduli Kondisi Pertanian RI

Rikhza Hasan, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 13:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 29 65 1984495

JAKARTA - Kelompok Studi Ilmiah Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret (KSI FP UNS) Surakarta, mengadakan seminar nasional yang bertujuan agar mahasiswa serta masyarakat paham dan peduli terhadap pertanian di Indonesia.

Seminar nasional ini mengangkat tema “Dilema Beras; Ketahanan Pangan vs Ketergantungan” dan diselenggarakan pada Sabtu (24/11/2018) di Aula Gedung B FP UNS. Pemukulan gong oleh Dekan FP UNS, Bambang Pujiasmanto, menandakan resmi dibukanya acara.

Baca Juga: UNS Buka Pendaftaran Calon Rektor, Tertarik?

KSI FP UNS mengundang para ahli yang profesional dalam bidangnya untuk menjelaskan keadaan dan problem pangan di Indonesia, yaitu Triyana (Direktur Keuangan Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik), Tono (Kepala Subbidang Sumber Daya Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia), dan Ernoiz Antriyandarti (Dosen Agribisnis FP UNS). Seminar tersebut dimoderatori oleh Arifah Efiyanti, finalis mahasiswa berprestasi diploma tingkat nasional perwakilan UNS.

Direktur Keuangan Perum Bulog menyampaikan bahwa angka konsumsi beras di Indonesia tertinggi ketiga di dunia, sedangkan angka ketahanan pangannya berada di posisi 65 dunia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik.

Alumni FP UNS ini juga mengungkapkan bahwa kondisi pertanian di Indonesia saat ini masih banyak hal yang harus dibenahi, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Menurutnya, ada satu hal yang dapat dilakukan masyarakat Indonesia apabila ingin negaranya memiliki angka ketahanan pangan yang tinggi, yaitu merangsang penduduk Indonesia untuk menanam pangan sendiri.

“Pemerintah punya target di tahun 2045 bahwa Indonesia harus menjadi lumbung pangan dunia. Ini merupakan PR bersama, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari akademisi dan juga masyarakat secara menyeluruh,” ujar Tono, dikutip dari laman uns.ac.id, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Baca Juga: UNS Jadi Tuan Rumah Diaspora Jawa Dunia

Indonesia memiliki kemampuan dari sisi sumber daya yang berlimpah, tetapi juga perlu dukungan pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas, ekonomi, dan sebagainya. Tono berharap, para mahasiswa agar membuat sumber usaha baru yang kreatif di bidang pangan.

Arnois Antriyandarti menilai, selisih income gap sektor nonpertanian dengan sektor pertanian semakin tinggi. “Ini merupakan salah satu penyebab regenerasi sektor pertanian itu semakin menurun,” ujar Arnoiz.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini