nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menristekdikti Lantik Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Baru

Rikhza Hasan, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 15:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 29 65 1984555 menristekdikti-lantik-dirjen-pembelajaran-dan-kemahasiswaan-baru-Uwn17JZR6k.jpeg Pelantikan Pejabat Eselon I Kemenristekdikti (Foto: Kemenristekdikti)

JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menrisetdikti) Mohammad Nasir, melantik Ismunandar sebagai Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Pejabat yang baru dilantik saat ini dipilih melalui proses seleksi terbuka sesuai UU ASN Nomor 5 Tahun 2014. Ismunandar dilantik menggantikan Intan Ahmad yang telah memasuki masa purna tugas.

Nasir mengingatkan, agar pejabat yang baru dilantik tersebut dapat melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan menciptakan kondisi pekerjaan lingkungan kerja yang baik dengan menjalankan tata kelola pemerintahan yang baik.

Baca Juga: Peningkatan Daya Saing Bangsa Menjadi Titik Fokus Kerja Kemenristekdikti

“Saya mengingatkan kepada pejabat yang baru dilantik untuk segera berkoordinasi dengan pejabat lainnya sebagai mitra kerja agar tidak hanya menjalankan tugas di bidang pembelajaran dan kemahasiswaan saja tetapi bisa berkontribusi juga dengan tempat lain untuk melanjutkan terobosan-terobosan di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia agar semakin baik dan berkualitas,” ujar Nasir, dikutip dari Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Selain itu, Menristekdikti mengatakan dalam penyusunan kebijakan-kebijakan yang ada di Kemenristekdikti harus mengacu pada sistem yang telah berkembang saat ini yaitu ‘Cyber Physical System’.

“Seiring berkembangnya ‘Cyber Physical System’ dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 saat ini, perguruan tinggi di Indonesia akan terkena dampaknya, akan terjadi ‘the death of university’, akan ada kematian suatu perguruan tinggi, maka dari itu inovasi dan kreatifitas harus dilakukan, ‘distance learning’ harus dijalankan dengan baik serta kualitas harus tetap dijaga,” tutur Nasir.

Baca Juga: Menristekdikti dan Ketua KPK Jajal Kapal Penangkap Cumi Teknologi Pelat Datar

Pada kesempatan ini, Menristekdikti mengucapkan terima kasih atas kerja keras Intan Ahmad selama 3 tahun terakhir dalam upaya meningkatkan akses, kualitas pembelajaran maupun penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Selama menjalankan tugas sebagai Dirjen Belmawa (2015-2018), Intan telah berhasil merancang berbagai program terobosan seperti Sistem Pembelajaran Daring (SPADA), Pendidikan Profesi Guru (PPG), Penyetaraan Ijazah Online, Sistem Verifikasi Ijazah Secara Online (SIVIL), Penomoran Ijazah Nasional (PIN), Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Indonesia Research Education Network (IdREN), dan program terobosan lainnya.

Nasir berharap Ismunandar sebagai Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan bisa melakukan aktifitas yang lebih enerjik karena merupakan darah segar di kementerian serta membuat gairah di Kemenristekdikti untuk lebih baik lagi.

Nasir juga meyakini Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan yang baru dapat membuat program-program terobosan lainnya dalam upaya Kemenristekdikti untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0

(fbn)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini