nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korsel Kirim Tim Survei untuk Proyek Penyambungan Jalur Kereta ke Korut

Indi Safitri , Jurnalis · Jum'at 30 November 2018 16:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 30 18 1985049 korsel-kirim-tim-survei-untuk-proyek-penyambungan-jalur-kereta-ke-korut-ET0WLm91ot.jpg Foto: Reuters.

SEOUL – Korea Utara dan Korea Selatan akan memulai kerja sama pembangunan jalur kereta yang menghubungkan kedua negara. Pada Jumat, sebuah kereta yang membawa para insinyur dan pejabat Korea Selatan telah melintas ke Korea Utara untuk memulai survei bersama proyek jalur kereta tersebut.

Dihubungkannya jalur kereta antara kedua negara adalah salah satu perjanjian yang dibuat dalam pertemuan penting antara Presiden Korea Utara, Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in tahun ini.

BACA JUGA: Pemimpin Korsel dan Korut Bergandengan, Awali KTT Antar-Korea Bersejarah

Ini adalah pertama kalinya sejak 2007 sebuah kereta dari Korea Selatan memasuki Korea Utara.

Rekaman TV pada Jumat menunjukkan sebuah kereta merah, putih, dan biru dengan spanduk bertuliskan "kuda besi sekarang berlari menuju era perdamaian dan kemakmuran", bergerak meninggalkan stasiun Dorasan Selatan, stasiun terdekat dari bagian barat perbatasan antar-Korea.

"Ini menandakan dimulainya kemakmuran bersama Korea Utara dan Korea Selatan dengan menghubungkan kembali jalur kereta api," ujar Menteri Transportasi, Kim Hyun-mee sebagaimana dilansir AFP, Jumat (30/11/2018).

Dia juga mengatakan dihubungkannya kembali jalur kereta api akan membantu memperluas "wilayah ekonomi" negara itu ke Eurasia melalui jalur darat. Terpisahnya Semenanjung Korea telah menyebabkan Korea Selatan terputus secara geopolitik dari benua itu selama beberapa dekade.

Kereta yang terdiri dari enam gerbong itu mengangkut 28 warga Korea Selatan, termasuk insinyur kereta api dan personil lainnya, dan membawa 55 ton bahan bakar dan generator listrik.

Kereta itu memiliki gerbong untuk penumpang, gerbong untuk tidur, Gerbong kantor dan gerbong yang memiliki air untuk mandi dan mencuci.

Ketika tiba di Stasiun Panmun, terminal Korea Utara pertama di seberang perbatasan, keenam gerbong itu akan dihubungkan dengan kereta Korea Utara, sementara lokomotif dari Korea Selatan akan kembali ke negaranya.

Para insinyur Korea Selatan dan konterpartnya akan tinggal di kereta, memeriksa dua jalur kereta selama total 18 hari. Salah satu jalur menghubungkan Kota Kaesong di selatan ke Kota Sinuiju di dekat perbatasan China, sementara jalur lain menghubungkan Gunung Kumgang di dekat perbatasan antar-Korea, ke Sungai Tumen yang berbatasan dengan Rusia di timur.

Menurut Kementerian Transportasi, mereka akan melakukan perjalanan sekira 2.600 kilometer bersama-sama di atas di rel.

Sebelum pembagian Semenanjung Korea pada 1948, ada dua jalur kereta api yang menghubungkan antara Korea Utara ke Korea Selatan, satu di barat dan yang lainnya di timur.

Sebagai isyarat menuju rekonsiliasi, kedua Korea menghubungkan kembali jalur barat pada 2007 dan membatasi jumlah kereta barang yang mengangkut bahan dan barang, ke dan dari zona industri Kaesong di Utara selama sekira satu tahun.

Namun rel tersebut sejak saat itu sudah tidak digunakan karena ketegangan yang meningkat terkait program pengembangan nuklir Korea Utara.

BACA JUGA: Beberapa Hal Menarik dari KTT Antar-Korea di Pyongyang

Proyek kereta bersama yang saat ini dijalankan juga sempat mengalami saat ini juga telah menghadapi penundaan karena kekhawatiran mengenai pelanggaran sanksi PBB yang dijatuhkan kepada Korea Utara atas program nuklir dan rudalnya.

Namun, pekan lalu Dewan Keamanan PBB etalh memberikan pengecualian untuk aktivitas studi bersama, meskipun sejauh ini masih belum jelas apakah izin lainnya akan diberikan saat proyek berjalan.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in telah lama mendukung dialog dengan Korea Utara yang memiliki senjata nuklir dan telah menawarkan investasi besar serta proyek lintas batas bersama sebagai insentif untuk langkah menuju denuklirisasi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini