nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Khawatir Ancaman Invasi, Ukraina Larang Pria Rusia Masuki Wilayah Negaranya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 30 November 2018 17:50 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 30 18 1985145 khawatir-ancaman-invasi-ukraina-larang-pria-rusia-masuki-wilayah-negaranya-T6pNkKsqtc.jpg Foto: Reuters.

KIEV – Ukraina pada Jumat melarang pria Rusia berusia siap tempur untuk memasuki negaranya. Kebijakan itu diumumkan menyusul meningkatnya ketegangan setelah insiden penembakan dan penahanan tiga kapal angkatan laut Ukraina oleh Rusia di lepas pantai Krimea akhir pekan lalu.

Ukraina mengumumkan pelarangan masuk bagi pria warga negara Rusia berusia antara 16-60 tahun. Seorang pejabat senior keamanan negara juga mengatakan bahwa Kiev sedang mempertimbangkan melakukan tindakan balasan yang setara terhadap Rusia terkait insiden di Laut Azov.

BACA JUGA: Kapalnya Ditembaki dan Ditahan Rusia, Ukraina Akan Berlakukan Darurat Militer

Presiden Petro Poroshenko mengatakan, langkah itu diambil guna mencegah kemungkinan masuknya detasemen militer Rusia seperti yang diduga terjadi di Krimea pada 2014 dan Ukraina timur beberapa tahun lalu.

"Ini adalah langkah-langkah untuk memblokir Federasi Rusia untuk membentuk detasemen tentara swasta di sini, yang sebenarnya adalah perwakilan dari Angkatan Bersenjata Federasi Rusia," kata Poroshenko sebagaimana diwartakan Reuters, Jumat (30/11/2018).

"Dan tidak memungkinkan mereka untuk melakukan operasi yang mereka coba lakukan pada 2014," tambahnya.

Kepala dinas perbatasan Ukraina mengatakan akan ada pengecualian atas dasar kemanusiaan, seperti jika warga Rusia perlu menghadiri pemakaman seorang kerabat. Para pejabat mengatakan mereka mungkin juga memberlakukan pembatasan tambahan pada warga Rusia sudah di Ukraina.

BACA JUGA: Putin Tuding Ukraina Sengaja Picu Konfrontasi Laut dengan Rusia

Anggota parlemen Rusia mengatakan bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan serupa terhadap warga Ukraina.

Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas insiden akhir pekan lalu. Moskow menuduh Poroshenko telah merencanakan tindakan provokasi itu untuk meningkatkan popularitasnya menjelang pemilihan umum 2019.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini