nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Konsep Pedestrian di Surabaya Sepaket dengan Saluran Air

Syaiful Islam, Jurnalis · Sabtu 01 Desember 2018 11:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 30 519 1985248 konsep-pedestrian-di-surabaya-sepaket-dengan-saluran-air-ckZY2uQQXU.jpg Pedestrian di Surabaya dibangun di atas saluran air (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA - Pemkot Surabaya membangun pedestrian dengan konsep di atas saluran air untuk pejalan kaki. Ini dilakukan untuk memperlancar saluran air dan sebagai penampungan air. Sehingga ketika musim penghujan kota Surabaya tidak banjir.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Muhammad Fikser menjelaskan, penampungan air di bawah trotoar atau pedestrian lebar sekitar 2 meter dengan kedalaman 2,5 meter. Namun ada yang lebar 1 meter dengan kedalaman 1 meter. Hal itu sengaja dibuat untuk pejalan kaki diatas, dan dibawahnya saluran air yang lancar.

"Kita tahu di Surabaya banjir sudah berkurang kalau pun ada itu di sisi barat, memang saat ini dalam konsep pengerjaan box culvert. Dengan selesainya pekerjaan itu saya berharap bahwa kawasan tersebut bisa segera tidak banjir," terang Fikser.

Namun yang jelas salah satu prioritas pembangun fisik di surabaya yakni pedestrian dan saluran air. Pembangunan pedestrian ini tidak menambah kemacetan di Surabaya karena diikuti dengan penambahan akses jalan baru.

Seperti contoh dibukanya jalan Simpang Dukuh, Frontage Barat, Frontage Timur serta kawasan Merr. Kemudian akses di kawasan Barat juga dibuka semua. Jadi pedestrian ini tidak membuat kemacetan, melainkan memperlancar arus lalu lintas dan memberi kenyamanan bagi pejalan kaki.

"Jadi pedestrian di Surabaya ini dibangun untuk memberikan kenyamanan bagi hak pejalan kaki, makanya Surabaya pedestriannya harus lebar. Bu risma minta lebar dan harus dibuat nyaman. Dibawahnya tidak diberikan keramik tapi granit," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Surabaya, Sukma Sahadewa, menyatakan untuk pembangunan pedestrian harus dioptimalkan, karena Surabaya merupakan metropolis urban. Jadi banyak masyarakat pendatang yang hadir disini, sehingga fasilitas dalam pelaksanaan untuk kegiatan di Surabaya dioptimalkan.

"Ini menjadi kemajuan bahwa pemerintah sekarang mendestrian terhadap fasilitas secara optimal. Disitu selain keamanan dan kenyaman juga harus mempunyai fasilitas yang memadai. Kalau di dalam pedestrian ini sudah baik, banyak tempat diperlebar dan banyak warna warninya, serta nyaman, juga ada tumbuhan yang diatur," ucap Sukma.

Hanya kurang halte atau penghentian, sehingga pada saat musim penghujan seperti sekarang masyarakat bisa berteduh dan beristirahat. Serta perlu ditambah sarana yang lebih seperti ngecas HP dan wifi. Supaya masyarakat mengakses informasi dengan cepat.

"Atau masyarakat juga bisa mengkases keilmuannya secara cepat jika ada wifi. Mudah-mudahan ini segera terwujud dengan diberikannya ruangan khusus," ujar Sukma. (kha)

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini