nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Prancis & Jepang Turun Tangan Bahas Aliansi Renault-Nissan

Mufrod, Jurnalis · Minggu 02 Desember 2018 18:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 02 15 1985772 pemerintah-prancis-jepang-turun-tangan-bahas-aliansi-renault-nissan-eL7yfiTfER.jpg Carlos Ghosn (Foto: Ist)

TOKYO - Pasca penangkapan ketua dewan aliansi Renault-Nissan, Carlos Ghosn oleh Jaksa Jepang, pemerintah Prancis dan Jepang akhirnya turun tangan membahas kelangsungan aliansi yang telah terbentuk.

Meski petinggi kedua produsen automotif tersebut mengungkap tidak ada kendala terhadap keberlangsungan aliansi yang sudah berjalan, namun kedua pemerintah memandang penting adanya pertemuan kedua negara yang disatukan melalui bisnis di industri automotif.

Sebagaimana dikutip dari Automotive News, kedua kepala negara Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan melakukan pertemuan khusus di acara KTT G20 yang berlangsung di Argentina.

 

Saat ini Renault sendiri mengendalikan sekitar 43 persen saham Nissan dan Nissan memegang 15 persen saham non voting di Renault. Pemerintah Prancis sendiri telah menegaskan ingin mempertahankan struktur modal pada Aliansi.

Menyusul penangkapan Ghosn, Nissan telah menegaskan bahwa Renault terlalu mengendalikannya. Pada 2015, Macron menginstruksikan pemerintah Prancis untuk meningkatkan sahamnya di Renault menjadi 15 persen, meningkatkan kekhawatiran dari Nissan bahwa Prancis mungkin mulai menghasilkan terlalu banyak pengaruh atas ekonomi Jepang.

Pihak berwenang di Tokyo mengungkapkan pada hari Jumat bahwa penahanan Ghosn telah ditingkatkan dengan perpanjangan maksimum 10 hari. Untuk menjaga figur otomotif yang berpengaruh dalam tahanan, jaksa harus mengajukan tuntutan terhadapnya atau menangkapnya karena dicurigai melakukan kejahatan baru.

Carlos Ghosn ditangkap pada 19 November di Jepang atas tuduhan tidak melaporkan kompensasi penuhnya. Dia dengan cepat digulingkan oleh Nissan dan Mitsubishi sebagai ketua, tetapi Renault telah menjadikannya sebagai kepala eksekutif dan ketua untuk sementara waktu.

 

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini