nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendagri: Berorganisasi Harus Ikhlas, Punya Impian, Konsep dan Gagasan

Gimas Siskamayanti, Jurnalis · Minggu 02 Desember 2018 19:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 02 510 1985819 mendagri-berorganisasi-harus-ikhlas-punya-impian-konsep-dan-gagasan-2qMOcnu4zW.jpeg Mendagri Tjahjo Kumolo menutup Rakornas Raja Tikam (Foto: Ist)

YOGYAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menghadiri sekaligus menyampaikan sambutan pada acara penutupan Rapat Koordinasi Nasional Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Kemasyarakatan Rasa Sejatining Inti Kamanungsan (Raja Tikam) di Kantor Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia (PPSDM) Kemendagri, di Yogyakarta, Sabtu 1 Desember 2018.

Acara tersebut dihadiri 200 peserta yang di dalamnya didominasi anak-anak muda yang terhimpun dalam Ormas Raja Tikam. Rakornas ini dilaksanakan sebagai salah satu bagian dalam rangka komunikasi sosial kemasyarakatan dan pembahasan isu – isu strategis bidang keormasan

Tjahjo menyampaikan, Ormas Raja Tikam tidak mengarah pada organisasi massa, tetapi sebagai organisasi Kader. "Organisasi ini diharapkan bisa mengorganisir di antara para anggotanya, lingkungannya dan masyarakat. Organisasi ini di dalamnya diisi oleh para mahasiswa yang dituntut lebih peka terhadap dinamika sosial kemasyarakatan," ujarnya.

Mendagri Tjahjo Kumolo menutup Rakornas Raja Tikam 

Lebih lanjut, ia juga selalu mengingatkan tantangan bangsa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. (Baca Juga: Mendagri: APBD Harus Sejalan dengan Arah Kebijakan Nasional)

Pertama, cermati bahaya radikalisme dan terorisnya. Setiap organisasi yang berinteraksi langsung dengan masyarakat wajib mencermati gelagat potensi berkembangnya radikalisme dan ancaman terorisme.

Kedua bahaya narkoba, sebagai generasi muda memiliki tanggung jawab untuk selalu mengingatkan dampak negatif narkoba, minimal di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat pada umumnya.

Ketiga, korupsi sebagai tantangan kita dalam pembangunan pusat dan daerah. Dan keempat, masalah kesenjangan dan ketimpangan sosial.

Mendagri Tjahjo Kumolo menutup Rakornas Raja Tikam 

Tjahjo juga memberikan motivasi penting kepada para anggota Raja Tikam arti penting dari berorganisasi. "Berorganisasi itu harus ikhlas, harus punya impian, gagasan, ide-ide, program dan konsepsi untuk diaktualisasikan," ungkapnya.

Selain, itu Tjahjo juga mengingatkan momentum di tahun politik ini, "Sekarang Indonesia sedang dalam proses konsolidasi demokrasi. Pilkada serentak telah usai, sekarang kita dihadapkan pada gelaran Pemilu Serentak 2019. Perlu diperhatikan tingkat partisipasi politik, sosialisasikan kepada lingkungan kita terdekat. Untuk pilihan silahkan sesuai dengan hati nurani masing-masing" tegasnya.

(Baca Juga: ASN Melek Teknologi Efektifkan Pelayanan Publik dan Kurangi Pemborosan)

Seruan Mendagri Tjahjo yang juga dilontarkan adalah setiap tahapan Pemilu cermati racun yang merusak peradaban demokrasi yakni, politik uang dan politisasi SARA adalah racun demokrasi.

Termasuk kampanye negatif berupa ujaran kebencian, fitnah, hoax yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa juga harus dihindari.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini