nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bunga Tabebuya Bermekaran di Surabaya, Mengurangi Stres Warga

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Minggu 02 Desember 2018 10:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 02 519 1985687 bunga-tabebuya-bermekaran-di-surabaya-mengurangi-stres-warga-MEVlfSu1mD.jpg Bunga tabebuya. (Foto: AFP/Getty Images)

SELAMA beberapa hari terakhir Jalan Gubernur Suryo di Kota Surabaya, Jawa Timur, terlihat seperti kawasan di Tokyo, Jepang, saat musim mekar bunga sakura. Namun berbeda dengan di Negeri Matahari Terbit, bunga yang bermekaran di Kota Pahlawan adalah tabebuya.

Sekilas tabebuya tampak seperti sakura, tapi bunga asal Brasil ini warnanya lebih bervariasi.

Selain di sepanjang Jalan Gubernur Suryo, pohon tabebuya juga dapat ditemukan di Taman Apsari. Sedemikian indahnya, para warga banyak mendatangi tempat itu dan berswafoto di sana.

"Buat di-upload di Instagram," ujar seorang warga Surabaya, Riska Ayu Dian, Minggu (2/12/2018).

Taman Apsari adalah satu dari sedikitnya 100 taman di Surabaya yang saat ini bisa didatangi warga. Taman-taman tersebut mulai dibangun sejak Tri Rismaharini menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya dan semakin progresif semenjak menjadi Wali Kota Surabaya.

Hendri Setianto, kabid Ruang Terbuka Hijau dan Penerangan Jalan Umum Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, memaparkan ada sekira 2.500 pohon tabebuya yang ditanam di sejumlah taman dan tepi jalan protokol di Surabaya sejak 10 tahun lalu.

"Dampaknya nyaman, indah, dengan kota ini," papar Hendri.

Selain membuat indah kota, taman juga membantu mengurangi polusi di kota terbesar kedua di Indonesia tersebut. Tak hanya itu, pembangunan taman-taman di Surabaya juga berdampak baik terhadap psikologis warga.

"Ada penelitian di Inggris yang menunjukkan pertamanan itu banyak sekali mengurangi stres orang. Mungkin ini salah satu sebab juga, saya belum pernah dilakukan penelitian, tetapi sebenarnya di Surabaya itu sudah lama tak ada tawuran," kata pakar tata kota, Johan Silas, kepada BBC News Indonesia.

Pembangunan taman juga berdampak terhadap perekonomian Surabaya. "Untuk kebersihan kota, untuk merawat pertamanan, saluran, dan sebagainya. Diperlukan paling sedikit 15.000 orang, dan mereka semuanya dibayar dengan UMR," ungkap Johan.

Menurutnya, lapangan kerja yang diciptakan lewat taman ini adalah lapangan kerja peralihan, yang artinya pekerja dapat membersihkan kota atau merawat tanaman sambil mencari pekerjaan lain.

Lantas, bagaimana pendapat warga Surabaya yang kerap disebut 'arek-arek Suroboyo'?

"Kalau yang dulu jauh dari kata bagus. Sekarang jauh lebih bagus, lebih indah dan tertata," jawab Riska Ayu Dian, sembari menambahkan bahwa taman di Surabaya juga berdampak baik untuk kesehatan, buat pernapasan, buat olahraga.

Sedang Ratno Wiyantono berkomentar, "Pikiran jadi dingin, segar."

Terkait pemeliharaan taman serta penanaman bunga selama 2018, Pemkot Surabaya menganggarkan dana sebesar Rp50 miliar. Dana itu, menurut Johan Silas, jauh lebih kecil dari dana kota besar lainnya.

Johan juga menambahkan bahwa Surabaya adalah satu-satunya kota besar di Indonesia yang sepertiga dari luasannya adalah ruang terbuka hijau.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini