nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Identitas 7 Mahasiswa UNPRI yang Tewas di Pemandian Air Panas

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Minggu 02 Desember 2018 23:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 02 608 1985861 ini-identitas-7-mahasiswa-unpri-yang-tewas-di-pemandian-air-panas-mkjMsH6Ujw.JPG Lokasi longsor di pemandian air panas, Karo, Sumut (Foto: Okezone)

MEDAN - Sebanyak tujuh mahasiswi tewas di pemandian air panas Daun Paris, Desa Raja Berneh, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Seluruh korban telah berhasil diidentifikasi yang kesemuanya merupakan mahasiswa Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan.

Para korban masing-masing bernama Sartika Theresia beru Pinem (warga Medan), Shindy Simamora (warga Sidikalang), Keryn beru Bangun (warga Kabanjahe), Mones dan Elas Sari beru Sembiring (warga Pancur Batu), Emiya Leli Sagita beru Tarigan (warga Karo) dan Angelika beru Ginting yang merupakkan warga Desa Lau Kawar, Kabupaten Karo.

Sedangkan korban luka antara lain Andika mengalami luka lecet di kaki kiri, Novita luka robek di telinga kanan dan kelopak mata kanan memar disertai bengkak, Afinda luka di persendian, serta kedua tangan tak bisa digerakkan.

Selanjutnya, Desi boru Sinambela mengalami luka pada pergelangan tangan, Putri Yolanda persendian tangan kanan sakit dan tidak bisa digerakkan, Janet mengalami sakit di bagian pinggang dan mengalami lutut kaki kiri lecet. Sementara dua orang lainnya yang dirawat di Rumah Sakit Efarina Etaham yaitu Leni Girsang dan Grece Hutauruk.

"Untuk korban meninggal sudah diantarkan ke alamat masing-masing. Korban luka luka masih dirawat di rumah sakit," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Natanail Peranginangin.

Sebelumnya, para mahasiswi itu disebutkan tewas akibat tertimpa material longsor. Namun kata Natanail, yang terjadi sebenarnya bukanlah longsor. Melainkan bangunan tembok penahan air yang ambruk hingga menimpa tempat penginapan korban.

"Dari keterangan saksi, para korban tertimpa reruntuhan bangunan dan tanah," jelasnya.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian tersebut para mahasiswi sedang mengikuti malam keakraban (makrab) yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Karo (IMKA) UNPRI. Totalnya ada sekitar 53 mahasiswa di pemandian itu.

Longsor di Sumut

"Setelah kegiatan, para korban beristirahat di dalam pondok-pondok yang ada di pemandian. Sehingga, saat dinding roboh mereka tidak bisa menyelamatkan diri," kata dia.

Dirinya pun mengimbau kepada pemilik pemandian agar meninjau kembali konstruksi dan perizinan bangunan. Hal itu sesuai instruksi Bupati Karo, Terkelin Brahmana yang juga sempat meninjau lokasi kejadian.

"Kita tidak ingin kejadian serupa terulang. Pak bupati meminta setiap pemilik pemandian meninjau konstruksi bangunannya, karena kawasan itu berpotensi terjadi bencana alam," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini