nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

LBH Perindo Beri Penyuluhun ke Penyandang Disabilitas di Cirebon

Fathnur Rohman, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 15:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 03 525 1986152 lbh-perindo-beri-penyuluhun-ke-penyandang-disabilitas-di-cirebon-mZVmtGFTDI.jpg Ketua LBH Perindo Ricky Margono. Foto: Okezone/Fathnur Rohman

CIREBON – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Partai Perindo memberikan penyuluhan kepada penyandang disabilitas di Jalan Sunan Muria No 20, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut untuk memperingati  Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember.

Ketua LBH Perindo, Ricky Kurnia Margono mengatakan, para penyandang disabilitas harus mendapat perhatian khusus oleh Pemerintah. Pasalnya masih banyak dari mereka yang berada di bawah garis kemiskinan.

"Seharusnya sudah sewajarnya Pemerintah Kabupaten Cirebon harus memperhatikan teman-teman difabel, karena memang sudah diatur dalam UUD 1945, " kata Ricky saat ditemui Okezone.

Foto: Okezone/Fathnur Rohman

Ricky juga menjelaskan, bahwa stigma negatif yang sering melekat pada teman-teman difabel harus dihilangkan. Hal itu perlu dilakukan agar mereka tetap memiliki semangat untuk menjalani hidup.

Baca: Hary Tanoe: Tantangan ke Depan Itu Bagaimana Menciptakan Pemberi Kerja

Baca: Beri Pembekalan Caleg di Solo, Hary Tanoe Paparkan Perjuangan Partai Perindo

"Stigma negatif itu yang harus dihilangkan, supaya teman-teman tidak minder. Saya dulu juga sering diejek pincang, tapi saya hiraukan, saya gunakan otak bukan kaki saya," ujarnya.

Foto: Okezone/Fathnur Rohman

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Disabilitas Kabupaten Cirebon (FKDC), Abdul Mujib mengungkapkan, bahwa ia sangat menyayangkan tindakan Pemerintah yang hingga saat ini belum begitu memeperhatikan para penyandang disabilitas.

"Sampai saat ini belum ada keserisusan, belum ada tanggapan ke kita, " ungkap Abdul.

Ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Cirebon bisa memberikan ruang lebih kepada teman-teman disabilitas, supaya mereka bisa meningkatkan kapasitas dirinya.

"Kita tidak meminta untuk dikasihani, kami hanya ingin dilibatkan supaya teman-teman bisa belajar," pungkasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini