nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengendalian Pencemaran Sungai Citarum dengan Pengolahan Limbah Sampah

Rikhza Hasan, Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 07:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 03 65 1985939 pengendalian-pencemaran-sungai-citarum-dengan-pengolahan-limbah-sampah-urNr21Akrq.jpg Dok Universitas Mercu Buana

JAKARTA - Sungai Citarum adalah sungai terpanjang yang berada di Propinsi Jawa Barat. Kondisi sungai Citarum sangat memprihatinkan dan merupakan sungai terkotor kedua di dunia.

Menyadari bahwa kelestarian sungai terpanjang dan terbesar di Jawa Barat ini merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat yang bermukim di Jawa Barat, melalui penjabaran Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum telah dilaksanakan Program Citarum Harum oleh Lembaga Layanan DIKTI Wilayah III yang melibatkan sivitas akademika Perguruan Tinggi.

Universitas Mercu Buana, selaku Koordinator Sektor 18 Program Citarum Harum bersama 8 Perguruan Tinggi lain (UHAMKA, UMJ, UKI, UNKRIS, LSPR, Univ. MH Thamrin, STIAMI, Universitas Mpu Tantular) telah melakukan pelbagai kegiatan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat di lingkungan Sektor 18 dalam upaya menjaga ekosistem dan kebersihan lingkungan sungai Citarum.

Baca Juga: Polisi Telah Menindak 4 Perusahaan yang Terindikasi Cemari Sungai Citarum

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan meliputi kegiatan sosialisasi dan edukasi pembentukan bank sampah dan cara pemilahan sampah, kegiatan pemanfaatan limbah sampah organik dan non-organik, serta kegiatan budidaya tanaman hidrophonik.

Kepala Pusat Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Mercu Buana, Inge Hutagalung menyatakan bahwa tujuan serangkaian kegiatan terkait pengolahan limbah sampah adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terkait sampah dan cara pengolahan limbah sampah dalam upaya mewujudkan pelestarian lingkungan, serta menumbuhkan budaya bersih di lingkungan masyarakat di hilir sungai Citarum.

 

Inge menjelaskan bahwa sosialisasi dan edukasi terkait sampah maupun budidaya tanaman hidrophonik dilakukan dengan menggunakan Learning Methodology yaitu suatu metode pembelajaran yang menitik beratkan pada peran serta peserta berdasarkan pengalaman, stimuli dan respon peserta terhadap stimuli tersebut.

"Bahwa keberhasilan dari pelaksanaan hanya akan dicapai bila peserta mempunyai kesungguhan untuk memahami dan berubah untuk menjadi lebih baik dalam segala hal," kata Inge dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Baca Juga: Buang Limbah Cair ke Citarum, Perusahaan Asing Digerebek Polisi

Untuk itu sosialisasi disajikan melalui aspek pengetahuan (penyampaian materi) dan aspek perilaku (praktek bersama).

Kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait sampah dan cara pengolahan limbah sampah dilakukan di Dusun Sukajaya, sementara kegiatan budidaya tanaman hidrophonik dilakukan di Dusun Sukamulya.

 

Kedua dusun merupakan wilayah Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Karawang Timur, yang merupakan daerah hilir sungai Citarum.

Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa dari 9 Perguruan Tinggi yang tergabung dalam Sektor 18 Program Citarum Harum ini dilakukan berdasarkan Quick Win 2018 yang merupakan dasar dari seluruh kegiatan Program Citarum Harum.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini