nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peringati Hari AIDS Sedunia, BKKBN Ingatkan GenRe Pentingnya Pencegahan HIV AIDS

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 15:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 04 1 1986688 peringati-hari-aids-sedunia-bkkbn-ingatkan-genre-pentingnya-pencegahan-hiv-aids-sVdbyus9dY.jpg Plt Kepala BKKBN Sigit Priohutomo (Foto: BKKBN)

PAPUA - Setiap 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia. AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). HIV dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga penyakit, bakteri, virus dan lain-lainnya menyerang tubuh.

Untuk memperingati Hari AIDS Sedunia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Seminar Nasional dengan tema “Saya Berani, Saya Sehat!” bertempat di Hotel Horison Jayapura, Papua. 22- 23 November 2018.

Plt Kepala BKKBN, Sigit Priohutomo, mengatakan, epidemi HIV AIDS merupakan permasalahan sosial yang memerlukan perhatian dari lintas sektor guna mencapai target bersama yaitu mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030.

“Tema Nasional HAS tahun 2018 adalah “Saya Berani, Saya Sehat !” melanjutkan semangat tema tahun 2017, yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap HIV AIDS,” ujar Sigit.

“Berani untuk apa? Untuk mengurangi risiko penularan virus HIV. Selanjutnya, masyarakat juga mau secara sukarela memeriksakan diri untuk mengetahui status HIVnya,” sambungnya.

Tujuan pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS kata Sigit adalah, untuk mewujudkan target Three Zero pada 2030, yaitu: 1) Tidak ada lagi penularan HIV, 2) Tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan 3) Tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV AIDS (ODHA).

“Sejak tahun 2000 BKKBN telah mengemban mandat untuk melaksanakan Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Dalam lima tahun terakhir, program KRR tersebut telah dikemas ulang sehingga saat ini dikenal dengan program Ketahanan Remaja dengan tagline Generasi Berencana yang disingkat GenRe,” bebernya.

Sigit melanjutkan, BKKBN mengembangkan GenRe sebagai intervensi terhadap tantangan dan permasalahan remaja di Indonesia. Dari aspek kuantitas, jumlah dan proporsi remaja Indonesia saat ini sangat besar. Berdasarkan hasil Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035.

“Penduduk usia remaja saat ini akan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia, generasi yang pada tahun 2045, saat Indonesia memasuki usia 100 tahun merdeka, akan berusia antara 35-54 tahun,” jelasnya.

Generasi ini kata Sigit, berada pada usia produktif sehingga menjadi penerus bangsa Indonesia. Generasi Emas nantinya diharapkan menjadi generasi yang cerdas komprehensif, yaitu produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat dan menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan berperadaban unggul.

“Perlu saya tekankan bahwa pada kegiatan ini para remaja dan masyarakat akan mendapatkan tambahan informasi dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yaitu resiko tertular HIV dan AIDS, bahaya narkoba, serta belajar juga tentang bahaya dan akibat kehidupan seks yang bebas, termasuk pentingnya penundaan usia perkawinan serta pentingnya Keluarga Berencana sebagai suatu landasan dalam menekan laju pertumbuhan penduduk dan membangun keluarga yang berkualitas,” terangnya.

Melalui GenRe tersebut kata Sigit, remaja dibina dan diarahkan untuk mampu menjalani masa transisi kehidupan remaja. Masa transisi dimaksud dibagi kedalam Lima Transisi Kehidupan (Five Life Transitions), yaitu 1) melanjutkan sekolah (continue learning); 2) mencari pekerjaan (start working); 3) memulai kehidupan berkeluarga (form families); 4) menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship); dan 5) mempraktikkan hidup sehat (practice healthy life).

“Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan kalian dapat menyampaikan pesan ”GenRe” kepada teman-teman kalian agar sesama remaja di Indonesia dapat berperilaku positif untuk mendewasakan usia perkawinan pertama dan bebas dari TRIAD KRR,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit juga mengingatkan tentang pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS.

“Ada beberapa hal yang perlu diingat masyarakat, yaitu bagi yang belum pernah melakukan perilaku berisiko, pertahankan perilaku aman (dengan tidak melakukan perilaku seks berisiko atau narkoba suntik). Bila sudah pernah melakukan perilaku berisiko, lakukan tes HIV segera!. Bila tes HIV negatif, tetap berperilaku aman dari hal-hal yang berisiko menularkan HIV. Bila tes HIV positif, selalu gunakan kondom saat berhubungam seksual, serta patuhi petunjuk dokter dan minum obat ARV, agar hidup tetap produktif walaupun positif HIV,” urainya.

Sigit juga meminta, jika bertemu ODHA, bersikap wajar dan jangan mendiskriminasi atau memberikan cap negatif, dan memberikan dukungan.

“Jika berinteraksi dengan ODHA, jangan takut tertular, karena virus HIV tidak menular baik itu melalui sentuhan, keringat, maupun berbagi makanan. HIV hanya menular melalui cairan kelamin dan darah,”pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini