nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kementerian PUPR Nyatakan Sikap atas Penembakan Para Pekerja di Papua

Hessy Trishandiani, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 17:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 04 1 1986763 kementerian-pupr-nyatakan-sikap-atas-penembakan-para-pekerja-di-papua-aATmVpyMnN.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat nyatakan sikap terhadap penembakan pekerja di Papua (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

JAKARTA – Di tengah upaya pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang bersungguh-sungguh membangun infrastruktur untuk pemerataan pembangunan di tanah air,  telah terjadi peristiwa penembakan terhadap pekerja pembangunan Jembatan Kali Aorak (KM 102+525) dan Jembatan Kali Yigi (KM 103+975) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua. Kedua jembatan merupakan bagian dari Trans Papua segmen 5 yakni ruas Wamena – Habema – Mugi - Kenyam – Batas Batu - Mumugu dengan panjang 278,6 km.

Berdasarkan informasi dari Humas Polda Papua, pada 3 Desember 2018, peristiwa penembakan yang mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut terjadi pada Minggu, 2 Desember 2018. Peristiwa ini diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) terhadap pekerja dari PT. Istaka Karya. Mengenai jumlah pekerja yang meninggal dunia, mengalami luka-luka dan selamat, masih menunggu konfirmasi dari pihak Kepolisian dan TNI.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyampaikan beberapa hal penting pada acara jumpa pers, pada Selasa (4/12/ 2018) di Press Room, Kementerian PUPR, Jakarta.

Kementerian PUPR merasa terkejut dan sangat menyesalkan terjadinya kembali tindakan penembakan terhadap para pekerja konstruksi pembangunan Jembatan Kali Yigi dan Jembatan Kali Aorak pada Ruas Wamena – Habema – Kenyam – Batas Batu - Mumugu. Kementerian PUPR juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para korban penembakan dari PT. Istaka Karya.

Kementerian PUPR juga menegaskan kembali bahwa pembangunan ruas Wamena – Habema – Mugi - Kenyam – Batas Batu - Mumugu merupakan prioritas program dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sebagai implementasi visi Nawacita “Membangun dari Pinggiran”. Presiden Jokowi sendiri pernah melakukan kunjungan kerja untuk memantau langsung progres pembangunan jalan pada ruas tersebut pada 10 Mei 2017, serta menugaskan Kementerian PUPR untuk mempercepat penyelesaian pembangunan jalan dan jembatan pada ruas tersebut.

Pembangunan jalan dan jembatan pada ruas ini telah lama ditunggu oleh masyarakat setempat. Pembangunan ini juga didukung oleh masyarakat Papua karena menjadi jalur terdekat dari Pelabuhan Mumugu dengan penduduk di kawasan Pegunungan Tengah. Keberadaan jalan tersebut sangat vital untuk mengurangi biaya logistik dan menurunkan tingkat kemahalan di kawasan Pegunungan Tengah, Papua.

Antara kurun waktu 2016 hingga 2019, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Papua, Ditjen Bina Marga telah memprogramkan pembangunan 35 jembatan pada ruas Wamena – Habema - Mugi – Kenyam – Batas Batu - Mumugu untuk melengkapi prasarana jalan yang telah tersambung seluruhnya dengan rincian sebagai berikut:

• Empat belas jembatan dikerjakan oleh PT Istaka Karya dengan nilai kontrak Rp184 miliar di mana progress 11 jembatan sedang dalam pelaksanaan. Tiga jembatan akan mulai dikerjakan tahun 2019 ;

• Dua puluh satu jembatan dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dengan nilai kontrak Rp246,8 miliar dan sejauh ini lima jembatan sudah selesai (Jembatan Gat III, Gat II, Arwana, Merek dan Wusi), sedangkan sembilan jembatan sedang dalam pelaksanaan (a.l Kali Kotek I, Kali Wolgilik, Kali Jun, Kali Labi, Kali Abeak, Kali Simal, Kali Moit, Kali Dumit dan Kali Rora). Namun sejak 4 bulan yang lalu telah dihentikan karena adanya korban/gangguan keamanan yang serius. Tujuh jembatan akan mulai dikerjakan pada tahun 2019.

• Tanpa adanya jembatan, para pengguna jalan harus melintas sungai pada ruas ini. Saat ini progres pembangunan 35 jembatan tersebut sudah selesai 70 persen.

Mempertimbangkan hal-hal tersebut, mulai Selasa (4/12/2018) Kementerian PUPR akan menghentikan sementara kontrak pembangunan jembatan pada ruas Wamena – Habema – Mugi – Kenyam – Batas Batu - Mumugu dan akan dilanjutkan kembali pekerjaannya sesuai rekomendasi dari pihak TNI dan Polri.

Untuk itu, Kementerian PUPR mendukung sepenuhnya upaya dan langkah cepat aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk menemukan dan menindak tegas para pelaku sehingga tercipta suasana yang kondusif bagi para staf, kontraktor maupun konsultan yang bekerja untuk dan atas nama Kementerian PUPR dan Kementerian/Lembaga lainnya. Ini semua tentu untuk membangun infrastruktur demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan di Papua.

Dalam jumpa pers tersebut, Menteri Basuki didampingi oleh Sekretaris Jenderal Anita Firmanti, Inspektur Jenderal Widiarto, Dirjen Bina Marga Sugiyartanto, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga, Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi, Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin, dan Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi AH. Turut hadir Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro dan Direktur Utama PT. Istaka Karya Sigit Winarto.

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini