nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kota Utqiagvik di Alaska Tidak Akan Melihat Matahari Sampai 23 Januari

Thasyanur Azizah, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 11:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 04 18 1986574 kota-utqia-289-vik-di-alaska-tidak-akan-melihat-matahari-sampai-23-januari-vcgXyppC5c.jpg Pemandangan Utqiagvik sampai 23 Januari mendatang.

UTQIAĠVIK – Penduduk Kota Utqiaġvik di Alaska tampaknya akan merindukan kehadiran matahari setelah sang surya terbenam pada Minggu, 18 November lalu. Setelah Minggu malam, kota yang terletak di bagian paling utara Amerika Serikat (AS) itu tidak akan melihat matahari lagi sampai dua bulan ke depan.

Dikutip dari Insider, Utqiaġvik yang sebelumnya bernama baru Barrow itu baru akan kembali mengalami pagi hari saat matahari terbit berikutnya pada 23 Januari. Utqiaġvik mengalami malam kutub (polar night), yang merupakan periode kegelapan pada musim dingin di mana matahari tidak terbit. Fenomena ini terjadi di kota-kota dalam lingkaran kutub.

Laman ramalan cuaca Weather.com menjelaskan bahwa "dari pertengahan November hingga akhir Januari, matahari tidak terbit di Lingkaran Arktik utara karena kemiringan bumi jauh dari radiasi matahari yang paling langsung."

Terletak sekira 531 kilometer di atas Lingkaran Arktik, Utqiaġvik tidak akan mengalami kegelapan total selama dua bulan ke depan. Sebaliknya, kota itu akan mengalami "civil twilight", yang akan terjadi ketika matahari berada 6 derajat di bawah cakrawala dan menghasilkan penerangan yang cukup bagi mata manusia untuk melihat dan membedakan objek-objek terestrial. Fenomena ini akan berlangsung selama enam jam dalam satu malam, tetapi akan berkurang hingga tiga jam setiap malamnya pada akhir Desember.

Penduduk Utqiaġvik yang berjumlah sekira 4.400 orang telah terbiasa menghadapi fenomena ini. Kota ini adalah rumah bagi populasi terbesar masyarakat adat Iñupiaq dan beberapa stasiun penelitian.

Setelah 65 hari tanpa sinar matahari pada musim dingin ini, mereka juga akan mengalami fenomena tanpa matahari terbenam selama 80 hari pada Mei mendatang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini