nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Upaya Pria Belanda untuk Ubah Usia Kandas di Pengadilan

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 19:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 04 18 1986847 upaya-pria-belanda-untuk-ubah-usia-kandas-di-pengadilan-lj9fykarWs.jpg Ilustrasi.

DEN HAAG — Pengadilan di Belanda, Senin (3/12), menolak upaya oleh seorang pria, yang memproklamirkan diri sebagai “pemuja masa muda”, untuk memangkas usianya menjadi 20 tahun lebih muda.

Seperti dilansir oleh kantor berita AFP, pria itu mengajukan permohonan untuk mengubah usianya dengan harapan bisa memperbesar peluangnya dalam kehidupan dan masalah percintaannya. Putusan pengadilan untuk menolak permohonannya keluar persis menjelang ulang tahun pria itu yang ke-70.

Dalam sebuah kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya, Pengadilan Distrik Arnhem menyampaikan kepada “guru perilaku positif” Emile Ratelband bahwa permohonannya untuk mengubah tanggal lahirnya menjadi dua puluh tahun sesudah tanggal kelahiran yang sebenarnya, atau menjadi 11 Maret 1969, telah ditolak.

BACA JUGA: Demi Sukses di Tinder, Pria Belanda Ajukan Gugatan Ubah Umur 20 Tahun Lebih Muda

“Saudara Ratelband dipersilakan untuk merasa 20 tahun lebih mudia dibandingkan usia yang sebenarnya dan bertindak sepantasnya,” ujar para hakim.

“Namun mengubah tanggal lahirnya akan menyebabkan musnahnya 20 tahun catatan kelahiran, kematian, pernikahan, dan pendaftaran hubungan dengan pasangan hidup,” demikian pernyataan pengadilan. Pengadilan menambahkan “beragam implikasi hukum dan kemasyarakatan akan timbul akibat adanya perubahan tanggal lahir ini.”

Ratelband, seorang motivator terkenal untuk urusan kehidupan dengan spesialisasi “pelatihan kesadaran diri,” sebelumnya menyatakan ia merasa mendapat diskriminasi akibat usia lanjutnya. Ia menambahkan, meski ia tidak membutuhkan aplikasi kencan, kebiasaan untuk mengungkapkan usia seseorang yang sesungguhnya kepada calon pasangan kencan telah membatasi gaya hidupnya.

“Saya pemuja gaya hidup usia muda. Saya dapat mengencani semua perempuan yang saya inginkan, selama saya tidak mengatakan kepada mereka apabila saya telah berusia 69 tahun,” ujarnya baru-baru ini kepada AFP.

“Saya merasa masih muda, kondisi tubuh saya masih bugar dan saya ingin mendapat pengakuan secara legal karena saya merasa dilecehkan, mendapat perlakuan yang menyedihkan, dan mengalami diskriminasi karena usia saya,” ujar Ratelband saat ia membawa kasusnya ke pengadilan.

Namun pengadilan di Arnhem, Senin, membawa kabar yang bertentangan dengan pandangannya.

Meskipun para hakim “mengakui adanya tren dalam masyarakat di mana makin banyak orang yang merasa bugar dan sehat untuk waktu yang lebih lama, namun pengadilan tidak memandang kecenderungan tersebut sebagai argumen sahih untuk mengubah tanggal lahir seseorang,” kata pengadilan dalam pernyataannya.

Pengadilan juga menolak argumen Ratelband berdasarkan kehendak bebasnya, “karena kehendak bebas tidak membuat setiap keinginan dapat dikabulkan dari segi hukum.”

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini