nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Kurir Sabu 6 Kg Divonis Penjara Seumur Hidup & Denda Rp1 Miliar

Antara, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 18:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 04 340 1986776 dua-kurir-sabu-6-kg-divonis-penjara-seumur-hidup-denda-rp1-miliar-s5PqAvuPgJ.jpg ilustrasi

BANDARLAMPUNG - Hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, menjatuhkan vonis seumur hidup dan denda Rp1 miliar kepada Hendrik (36) dan Rafi Febrianto, dua terdakwa kurir sabu seberat enam kilogram.

Dalam sidang yang digelar, Selasa, Ketua Majelis Hakim Surono menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah telah melakukan pemufakatan jahat, sehingga keduanya dihukum kurungan penjara selama seumur hidup dan denda sebesar Rp1 miliar.

"Jika kedua terdakwa tidak bisa membayar denda, diganti kurungan penjara selama enam bulan," ucap Surono, Selasa (4/12/2018).

Kedua terdakwa yang disidangkan secara terpisah, oleh majelis hakim dijatuhi Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, karena keduanya tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli menukar atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman jenis sabu-sabu yang beratnya melebihi satu kilogram.

Usai membacakan putusan, Majelis Hakim menawarkan kepada kedua terdakwa selama tujuh hari untuk melakukan upaya banding, pikir-pikir atau menerima putusan.

(Baca Juga: 2 Pengendali Sabu Sindikat Malaysia Sudah Diintai Sebulan)

Atas putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) bersama kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, JPU Sabi'in menuntut keduanya dengan kurungan penjara selama 18 tahun. Putusan itu lebih tinggi saat ketua majelis hakim menjatuhkan vonis keduanya dengan kurungan penjara selama seumur hidup.

Perbuatan terdakwa berawal pada 11 April 2018, saat itu terdakwa mendapat telepon dari Tinu (DPO) dan memerintahkan terdakwa untuk menjemput sabu-sabu dari orang tidak dikenal.

Terdakwa mengiyakan, dan Tinu meminta terdakwa untuk menunggu perintah melalui telepon. Tidak lama kemudian, terdakwa Hendrik diminta untuk menunggu di Hajimena, Natar Lampung Selatan.

Selanjutnya terdakwa diarahkan untuk menunggu di Bundaran Raden Intan, dan kemudian terdakwa dihubungi oleh terdakwa Rafi yang akan menyerahkan narkotika seberat 6 Kg tersebut.

Namun saat menunggu, terdakwa Hendrik ditangkap anggota Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) yang sebelumnya terlebih dahulu menangkap terdakwa Rafi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini