nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jalur Pantura Kaligawe Banjir Parah, Ganjar: Maaf, Saya Bertanggung Jawab

Taufik Budi, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 23:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 04 512 1986856 jalur-pantura-kaligawe-banjir-parah-ganjar-maaf-saya-bertanggung-jawab-fJIu6oCXQV.jpeg Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengecek banjir di Kaligawe (Foto: Taufik Budi)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendatangi lokasi banjir di jalur pantura Kaligawe Semarang. Jalur yang menjadi urat nadi perekonomian itu terendam banjir setinggi 50 sentimeter selama dua hari terakhir.

"Saya meminta maaf kepada warga atas ketidaknyamanan ini. Saya merasa bertanggung jawab, makanya saya hari ini langsung meninjau kondisi banjir ini," ujar Ganjar di sela meninjau beberapa titik banjir, Selasa (4/12/2018).

Ganjar yang baru tiba dari Jeddah, Arab Saudi itu langsung berkeliling untuk mengecek lokasi-lokasi yang tergenang banjir dan rob di Kota Semarang. Seperti di bawah jembatan tol Kaligawe, Genuk, Terminal Terboyo, proyek normalisasi Kali Sringin, dan lokasi lainnya.

"Yang sekarang kami lakukan adalah tindakan darurat. Kami sudah sediakan enam pompa baru di daerah Kaligawe ini yang mudah-mudahan bisa membantu menyelesaikan. Memang di Kaligawe ini banjirnya cukup membuat transportasi macet, jadi membutuhkan tindakan kedaruratan ekstra," tegasnya.

(Baca Juga: Curah Hujan Meningkat, BPBD Semarang Waspadai Luapan Sungai BKT)

Ganjar cek banjir Kaligawe

Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi bencana tersebut. Selain penambahan pompa, Ganjar juga meminta Dinas Perhubungan Kota Semarang menyiapkan mobil derek di sekitar kawasan Kaligawe. Sebab, terlihat ada beberapa kendaraan yang mogok terjebak banjir.

"Harus segera, kalau perlu standby terus di lokasi. Kasihan mereka yang mogok," ucapnya.

Dia juga meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana untuk mempercepat normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dan beberapa sungai lainnya. "Kalau BKT dan sungai-sungai lain selesai dinormalisasi, kampung-kampung yang terendam tadi bisa selesai," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BBWS Pemali Juwana, Ruhban Ruzziyatno yang juga mendampingi Ganjar menegaskan, normalisasi proyek BKT akan selesai pada 2019 nanti.

"2019 selesai, progres sudah 90 persen. Namun, kami masih memiliki kendala terkait masih adanya warga yang menempati bantaran BKT. Masih ada sekitar 97 Kepala Keluarga yang belum mau pindah," lapornya.

(Baca Juga: Jalur Pantura Semarang & Kendal-Batang Banjir, Awas Macet!)

Mendengar laporan itu, Ganjar berharap kepada warga yang masih tinggal di bantaran BKT untuk segera pindah. Sebab, normalisasi BKT merupakan proyek yang mendesak diselesaikan untuk mengatasi banjir dan rob di Kota Semarang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini