nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengolah Limbah Sampah Organik di Sungai Citarum

Rikhza Hasan, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 11:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 04 65 1986544 mengolah-limbah-sampah-organik-di-sungai-citarum-lcd1BIpcu4.jpg Dok Universitas Mercu Buana

JAKARTA - Dalam rangka mensukseskan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III telah menetapkan Koordinator Sektor pada pelaksanaan Program Citarum Harum di Lingkungan LL Dikti Wilayah III.

Universitas Mercu Buana, selaku Koordinator Sektor 18 Program Citarum Harum bersama 8 Perguruan Tinggi lain (UHAMKA, UMJ, UKI, UNKRIS, LSPR, Univ. MH Thamrin, STIAMI, Universitas Mpu Tantular) telah melakukan pelbagai kegiatan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat di lingkungan Sektor 18 dalam menjaga ekosistem dan kebersihan lingkungan sungai Citarum.

 Baca Juga: Pengendalian Pencemaran Sungai Citarum dengan Pengolahan Limbah Sampah

Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah melalui sosialisasi pengolahan limbah sampah organik menjadi pupuk kompos dan pupuk bokasi.

Kegiatan sosialisasi pengolahan limbah sampah organik dilakukan di Dusun Sukajaya, dihadiri 35 warga dan Kepala Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Karawang Timur.

Kepala Pusat Pengabdian Pada Masyarakat Universitas Mercu Buana Inge Hutagalung menyatakan bahwa sebelum pelaksanaan kegiatan sosialisasi pengolahan limbah sampah organik terlebih dahulu dilakukan pemetaan sosial terkait pengetahuan masyarakat terhadap sampah dan cara pengolahan limbah sampah.

"Dari hasil pemetaan sosial diketahui bahwa masyarakat Dusun Sukajaya belum memahami cara pengolahan limbah sampah organik dengan baik," kata Inge dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

 Baca Juga: Polisi Telah Menindak 4 Perusahaan yang Terindikasi Cemari Sungai Citarum

Dia menambahkan, melalui sosialisasi pengolahan limbah sampah organik, diharapkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terkait pengolahan limbah sampah akan meningkatkan.

"Dan akan menumbuhkan budaya bersih di lingkungan kehidupan warga," katanya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini