nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

805.015 Siswa di DKI Kantongi KJP Plus

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 15:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 05 1 1987170 805-015-siswa-di-dki-kantongi-kjp-plus-1POHd1tQXj.jpg Foto Ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Subsidi pendidikan yang digulirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus bukan hanya diperuntukkan kepada siswa di sekolah negeri. Namun juga siswa bagi yang mengenyam pendidikan di sekolah swasta.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak sebanyak 805.015 siswa telah menerima KJP Plus. Rinciannya 59,44 persen diterima siswa sekolah negeri dan 40,56 persen siswa sekolah swasta.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, KJP Plus merupakan penyempurnaan dari program subsidi pendidikan. Jika sebelumnya penerima hanya anak usia sekolah mulai 7 sampai 8 tahun, KJP Plus kini menjangkau anak usia mulai 6 sampai 21 tahun.

Tidak hanya itu, dana bantuan yang diberikan pun lebih besar. Untuk SD yang semula Rp210 ribu menjadi Rp250 ribu per bulan, dengan dana tarikan tunai Rp100 ribu per bulan. SMP yang semula Rp260 ribu menjadi Rp300 ribu per bulan, dengan dana tarikan tunai Rp150 ribu per bulan.

 

Sementara itu, untuk tingkat SMA yang semula hanya Rp375 ribu kini menjadi Rp420 ribu per bulan dengan dana tarikan tunai Rp200 ribu per bulan. Kenaikan juga diberikan untuk tingkat SMK yang semula Rp390 ribu menjadi Rp450 ribu per bulan, dengan dana tarikan Rp200 ribu per bulan.

 Tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga meningkatkan bantuan pendidikan untuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dari Rp210 ribu menjadi Rp300 ribu per bulan dengan dana tarikan tunai Rp150 ribu per bulan. Termasuk memberikan bantuan untuk Lembaga Kursus Pelatihan (LKP) Rp1.800.000 per semester dengan dana tarikan tunai Rp150 ribu per bulan.

“Memperoleh pendidikan merupakan hak seluruh warga. Melalui program ini kami ingin memastikan hal itu terwujud,” tegas Anies.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan DKI, Bowo Irianto mengatakan secara keseluruhan anggaran untuk KJP Plus tahun ini sebesar Rp3,9 triliun.  Jumlah itu meningkat 25,22 persen dari tahun sebelumnya.

Dijelaskannya, pencairan dana dibagi menjadi dua, yakni dana rutin dan dana berkala. Dana rutin disalurkan setiap bulan, sementara dana berkala diberikan setiap akhir semester.

Sesuai Peraturan Gubernur Nomor 4 Tahun 2018, sistem pencairan dana diubah agar memudahkan peserta KJP Plus memanfaatkan bantuan yang diberikan. Peserta kini dapat mengakses dana bantuan secara tunai dan non tunai.

Siswa dapat memanfaatkan dana tunai untuk ongkos ke sekolah dan uang saku. Sementara itu, dana non tunai dapat dimanfaatkan untuk memenuhi perlengkapan sekolah, seperti buku, alat tulis, seragam, sepatu sekolah, tas sekolah, kaca mata sebagai alat bantu penglihatan, serta alat bantu pendengaran.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini