nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setelah 27 Tahun, AS Kembali Buka Misi Diplomatik di Somalia

Indi Safitri , Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 16:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 05 18 1987140 setelah-27-tahun-as-kembali-buka-misi-diplomatik-di-somalia-w70hufnPiL.jpg Foto: Reuters.

MOGADISHU - Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya membuka kembali misi diplomatik di Somalia setelah absen selama hampir 30 tahun. Departemen Luar Negeri AS mengataka bahwa "peristiwa bersejarah" itu merupakan cerminan dari kemajuan yang telah dibuat oleh Somalia.

Kedutaan AS yang terletak di Ibu Kota Mogadishu itu akan dipimpin oleh Duta Besar Donald Yamamoto, seorang diplomat yang sebelumnya di Nairobi, Kenya.

AS menutup kedutaannya di Somalia pada Januari 1991 di tengah pertempuran antara pasukan pemberontak dan pemerintah. Pertempuran itu memaksa AS untuk mengevakuasi duta besar dan staf kedutaan melalui udara.

“Peristiwa bersejarah ini mencerminkan kemajuan Somalia dalam beberapa tahun terakhir dan merupakan langkah maju dalam meresmikan keterlibatan diplomatik AS di Mogadishu sejak mengakui Pemerintah Federal Somalia pada 2013,” demikian disampaikan Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Heather Nauert, sebagaimana dilansir dari BBC, Rabu (5/12/18).

“Kembalinya kami menunjukkan komitmen Amerika Serikat untuk lebih memajukan stabilitas, demokrasi, dan pembangunan ekonomi yang menjadi kepentingan kedua negara,” tambahnya.

Keamanan telah meningkat di Mogadishu akhir-akhir ini, meskipun pemberontak Al-Shabab tetap menjadi ancaman. Al-Shabab diusir keluar dari ibu kota pada Agustus 2011 menyusul serangan yang dipelopori oleh pasukan Uni Afrika, tetapi masih memiliki kehadiran yang kuat di wilayah sekitar ibukota.

Presiden AS, Donald Trump telah memperluas operasi melawan Al-Shabab pada Maret 2017 dan militer AS telah melancarkan lebih dari dua lusin serangan udara, termasuk serangan pesawat tak berawak di Somalia tahun ini.

Secara tradisional, para presiden AS berhati-hati untuk melakukan campur tangan di Somalia sejak kematian 18 tentara pasukan khusus AS saat memerangi milisi di Mogadishu pada 1993. Peristiwa itu diceritakan dan didramatisasi dalam film populer Black Hawk Down.

Bulan lalu, AS mengumumkan telah mengurangi 700 pasukan anti-teroris-nya dari Afrika selama beberapa tahun ke depan, meskipun kegiatannya di Somalia sebagian besar akan tetap sama.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini