nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Denmark Akan Kirim Pengungsi yang Tak Diinginkan ke Pulau Terpencil

Indi Safitri , Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 19:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 05 18 1987230 denmark-akan-kirim-pengungsi-yang-tak-diinginkan-ke-pulau-terpencil-kUwQIvl24X.jpg Pulau Lindholm. (Foto: Google Maps)

COPENHAGEN – Pemerintah Denmark berencana mengirim para pengungsi dan pencari suaka yang telah ditolak ke sebuah pulau terpencil untuk tinggal di sana. Rencana itu diungkap oleh menteri imigrasi Denmark melalui sebuah posting di Facebook.

“Jika Anda tidak diinginkan dalam lingkup masyarakat Denmark, Anda seharusnya tidak menjadi gangguan bagi orang Denmark setempat,” ujar Menteri Imigrasi, Inger Støjberg dalam posting Facebook pada Jumat (30/11/18).

"Mereka tidak diinginkan di Denmark dan mereka harus merasakannya!" tambahnya.

Pulau yang akan menjadi tujuan pengiriman itu adalah Pulau Lindholm yang terletak di sebuah teluk kecil dari Laut Baltik, sekira 3,2 kilometer dari pantai terdekat. Pulau tersebut saat ini merupakan lokasi laboratorium penelitian hewan dan krematorium.

Sekira 100 pengungsi yang ditolak dan imigran kriminal akan dikirim untuk tinggal di pulau itu dan akan diminta untuk melakukan check-in setiap hari dengan pihak berwenang di sana, atau menghadapi ancaman penjara.

Layanan feri ke Pulau Lindholm sangat jarang dan salah satu kapal yang melayani pulau itu dilaporkan bernama ‘Virus’, merujuk kepada pusat penelitian penyakit hewan menular yang saat ini berada di pulau tersebut.

Rencana itu telah disetujui oleh Partai Venstre yang berkuasa di Denmark, dan Partai Rakyat Denmark yang beraliran kanan sebagai bagian dari negosiasi anggaran tahunan.

"Kami akan meminimalkan jumlah keberangkatan feri sebanyak mungkin," kata Juru Bicara Partai rakyat, Martin Henriksen kepada TV2 sebagaimana dilansir RT, Rabu (5/12/2018).

“Kami akan membuatnya menjadi rumit dan semahal mungkin,” tambahnya.

Denmark merasakan melonjaknya arus pengungsi seperti juga negara-negara tetangganya di Skandinavia sejak 2015. Untuk mengatasi hal ini, Pemerintah Denmark telah mengambil langkah keras untuk mengusir para pencari suaka yang telah ditolak keluar dari negara itu.

Para pengungsi yang ditolak atau migran dengan catatan kriminal akan diserahkan ke akomodasi darurat, di mana mereka bisa tinggal dengan subsidi yang kecil, atau bisa dideportasi jika memungkinkan.

Støjberg adalah perancang utama kebijakan anti-imigrasi pemerintah Denmark dan baru saja meloloskan aturan ke-50 pada Maret lalu. Di antara 50 peraturan Støjberg, salah satunya ialah mengharuskan pengungsi yang baru tiba untuk menyerahkan barang berharga dan perhiasan mereka untuk membantu membayar biaya tinggal mereka di Denmark dan aturan terpisah yang mengharuskan mereka melakukan pemeriksaan identitas di sepanjang perbatasan dengan Jerman.

“Kami melakukan segala upaya untuk memastikan agar datang ke Denmark menjadi tidak menarik,” kata Støjberg kepada Der Spiegel pada 2016.

Pemerintah juga menargetkan imigran yang menetap, yang dikatakan sering tinggal di "masyarakat paralel."

Permohonan pengungsi di Denmark telah turun 84 persen antara tahun 2015 dan 2018. Negara ini menampung sekitar 500.000 imigran non-barat, sebagian besar berasal dari Turki, Suriah, Irak, Lebanon, Pakistan, dan Somalia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini