nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prabowo Geram ke Media Pasca-Reuni 212, Ini Kata Fadli Zon

Bayu Septianto, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 18:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 05 337 1987272 prabowo-geram-ke-media-pasca-reuni-212-ini-kata-fadli-zon-3pmU9jg9JE.jpg Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon (foto: Okezone)

 JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai geramnya calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto terhadap media massa di Indonesia karena merasa tak objektif dalam pemberitaan saat Reuni Akbar 212, Minggu 5 Desember 2018.

Fadli menilai, kemarahan Prabowo kepada media karena sejumlah media tidak menerapkan standar jurnalistik yang sesuai kaidah jurnalistik.

"Saya belum mendengar persis apa yang dikatakan Pak Prabowo, tapi saya kira yang dimaksud adalah ada sejumlah media yang tidak menjalankan prosedur standar jurnalistik," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/12/2018).

Fadli mengaku belum mengetahui pasti penyebab marahnya Ketua Umum Partai Gerindra itu. Namun, ia menduga kemarahan Prabowo terkait dengan jumlah peserta reuni akbar 212 yang disebut media namun tidak sesuai fakta di lapangan.

 (Baca juga: Prabowo Omeli Wartawan, Kubu Jokowi-Ma'ruf: Gerindra Besar karena Pers)

prabowo

"Tapi saya kira nanti kita bisa lihat. Kan kalau misalnya ada orang ngumpul jutaan disebut puluhan ribu itu juga bisa disebut sebuah kebohongan juga," ujarnya.

Sementara itu, Musisi Ahmad Dhani dalam kesempatan yang sama, menilai kemarahan Prabowo kepada media massa arus utama masih dalam tataran wajar. Sebab, kata Dhani, penilaian pengamat budaya, Rocky Gerung terhadap media lebih keras dibandingkan Prabowo.

"Kalau mengutip kata-katanya Rocky Gerung kalau acara 212 itu tidak diliput media itu termasuk penggelapan sejarah. Menurut saya Pak Prabowo masih terlalu halus ya," ujar Dhani sambil tertawa.

 (Baca juga: TKN Jokowi Prihatin Sikap Prabowo yang Geram dengan Media Pasca-Reuni 212)

Sebelumnya, dalam pidatonya di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional ke-26 di Jakarta, Rabu, (5/12/2018), Prabowo Subianto mengungkapkan kegeramannya terhadap media-media Indonesia karena tidak meliput reuni 212 di Monas, Jakarta, Minggu 2 Desember 2018 lalu.

Prabowo memprotes media yang tidak menyebutkan bahwa massa yang hadir mencapai belasan juta.

“Saya kira ini kejadian pertama ada manusia kumpul sebanyak itu tanpa dibiayai siapa pun," ucap Prabowo.

 prab

Menurutnya, media-media besar dan kondang tidak meliput. Dia tidak terima ada media yang menyatakan bahwa massa yang hadir hanya belasan ribu. Prabowo menuding media-media itu ikut memanipulasi demokrasi.

"Media-media yang mengatakan dirinya objektif, bertanggung jawab untuk membela demokrasi, padahal justru mereka ikut bertanggung jawab menjadi bagian dari usaha manipulasi demokrasi," kata Prabowo.

Prabowo juga merasa wartawan yang datang meliputnya hanya menunggu dia salah bicara. "Ada media di sini? Saya khawatir wartawan ke sini hanya nunggu saya salah bicara. Karena Prabowo kalau bicara enggak pakai teks," tegasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini