nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Operasi Gabungan Diperlukan untuk Cegah KKB Beraksi di Papua

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 07:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 05 340 1986952 operasi-gabungan-diperlukan-untuk-cegah-kkb-beraksi-di-papua-qshBKVxV72.jpg Pasukan TNI dan Polri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengamat Intelejen Diyauddin menilai diperlukan adanya operasi gabungan antara TNI-Polri guna mencegah maraknya Aksi Kelompok Bersenjata (KKB) di Papua agar tak ada lagi penyerangan terhadap warga sipil ataupun aparat.

Apalagi, kata dia, baru saja terjadi penyerangan terjadi kepada 31 pekerja dari PT Istaka Jakarta tewas diduga ditembak oleh KKB Papua dan kejadian diperkirakan pada 1 dan 2 Desember 2018.

"Sebaiknya aparat bergerak cepat, operasi gabungan adalah opsi yang paling tepat untuk melakukan penumpasan," papar Diyauddin kepada Okezone, Rabu (5/12/2018).

Dia berargumen, operasi gabungan tersebut dianggap berhasil seperti ketika adanya operasi Tinombala. Dimana Operasi Tinombala berhasil membatasi ruang gerak kelompok Santoso dan membuat mereka berada dalam kondisi terjepit dan kelaparan.

Baca Juga: Seorang Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB Papua di Distrik Mbua

Papua

Tidak hanya itu, Diyauddin menilai jika KKB yang menyerang para pekerja merupakan bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) dikhawatirkan akan terus melancarkan aksinya melalui serangan bersenjata.

"Kalau KKB adalah OPM dan OPM belum mengubah metode perjuangan mereka dari perjuangan bersenjata ke perjuangan dengan cara politik, maka aksi penembakan semacam ini akan terus berlanjut," tandasnya.

Sekedar informasi, diduga penyerangan dan penembakan itu dilakukan karena KKB Ndugama pimpinan Egianus Kogoyo tidak terima setelah salah satu pekerja jembatan mengambil foto Upacara Peringatan HUT OPM pada 1 Desember 2018.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini