nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lagi Bermain Sepakbola Antarkampung, 2 WN Ghana Diamankan Petugas Imigrasi

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 18:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 05 340 1987280 lagi-bermain-sepakbola-antarkampung-2-wn-ghana-diamankan-petugas-imigrasi-i4KpeeGYr0.jpg Konferensi Imigrasi tangkap WN Ghana yang menyalahgunakan visa kunjungan. Foto: Okezone/Herman Amiruddin

MAKASSAR - Dua warga negara asing (WNA) asal Ghana yaitu Ephson Edward (26) dan Patrick Selorm Kwasi Agbeli (16) diamankan petugas Imigrasi Parepare, Sulawesi Selatan saat mengikuti pertandingan sepakbola antarkampung.

Kedua WNA itu memperkuat salah satu tim saat pertandingan sepak bola antara Garuda FC vs Tunra FC dalam ajang Bupati Cup Barru 2018.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare, Noer Putra Bahagi kepada Okezone mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa terdapat 3 orang warga negara asing yang ikut serta di salah satu klub bola.

Ketiga WNA itu bermain sepakbola di GOR Andi Majjaraeng, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

"Setelah mendapat informasi terkait adanya warga negara Asing yang ikut serta dalam Ajang Bupati Cup Barru yang diduga kuat melakukan pelanggaran keimigrasian, sehingga petugas kami langsung melakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan," kata Noer, Rabu (5/12/2018).

Foto: Okezone/Herman Amiruddin 

Setelah itu, kata Noer, petugasnya langsung turun ke lapangan dan mengamati beberapa pertandingan dan melihat ada 3 orang WNA yang bermain di salah satu klub saat itu.

Baca: Buat Film Dokumenter Tanpa Izin, 4 WN Turki dan 1 Australia Diamankan di Makassar 

Baca: Petugas Temukan Buku Bergambar Palu Arit Milik Pekerja WNA China di Bekasi

Setelah pertandingan usai, pertugas Imigrasi Kelas II TPI Parepare berkoordinasi dengan pihak manajer Garuda FC untuk memeriksa dokumen masing-masing WNA tersebut.

Dari hasil pemeriksaan itu, ada 2 orang Warga Negara Ghana yang melakukan tindak pidana keimigrasian. Sementara satunya merupakan Warga Negara Solomon yang merupakan pemegang KITAS dan hanya bermain untuk hiburan, bukan untuk bermain tetap di kejuaraan tersebut.

"Kedua WNA asal Ghana ini menyalahgunakan izin tinggal mereka menggunakan visa bebas kunjungan yang harusnya untuk berwisata namun digunakan untuk mencari nafkah," jelas Noer.

Kedua WN Ghana melakukan tindak pidana Keimigrasian, karena yang bersangkutan masuk ke Indonesia menggunakan BVK (Bebas Visa Kunjungan).

"Sementara kedua WNA tersebut melakukan aktivitas lain sesuai dengan Pasal 122 ayat I Undang Undang No 6 tahun 2011 tentang keimigrasian," ungkap Noer.

Setiap pertandingan WNA tersebut dibayar sebesar Rp800 ribu hingga Rp2 juta, dan dapat bonus jika berhasil mencetak gol atau tim yang dibelanya meraih kemenangan.

Rencananya, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Parepare akan mendeportasi keduanya pada Sabtu, 8 Desember 2018.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini