nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rusia Minta Italia Batalkan Tuntutan Terhadap Dubesnya yang Terlibat Kasus Suap Nigeria

Indi Safitri , Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 14:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 06 18 1987631 rusia-minta-italia-batalkan-tuntutan-terhadap-dubesnya-yang-terlibat-kasus-suap-nigeria-d9HVWMya6s.jpg Ilustrasi.

MILAN - Rusia telah meminta Italia untuk membatalkan tuduhan terhadap mantan duta besarnya yang tertangkap dalam kasus suap Nigeria. Permintaan itu terteran pada dokumen hukum yang ditunjukkan pada Rabu, 5 Desember.

Ednan Tofik ogly Agaev, mantan duta besar Rusia di Kolombia, dituduh melakukan korupsi internasional dalam kasus seputar pembelian ladang minyak OPL 245 oleh perusahaan minyak Eni dan Shell pada 2011.

Jaksa Milan menuduh ada suap sebesar USD 1,1 miliar (sekira Rp16 triliun) yang dibayarkan untuk memenangkan izin eksplorasi ladang minyak itu. Agaev dan semua pihak yang terlibat dalam kasus tersebut telah membantah tuduhan tersebut.

Dokumen yang diajukan oleh jaksa kepada Pengadilan Milan pada Rabu menunjukkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov telah menyerahkan surat kepada konterpart Italianya di Moskow pada pertemuan pada 8 Oktober, meminta otoritas Italia agar berpikir “masuk akal".

Surat itu mengatakan Rusia yakin Agaev tidak melakukan kesalahan.

“Kami berharap otoritas Italia mengadopsi pendekatan yang wajar dan setelah pemeriksaan masing-masing menemukan cara untuk mengubah status ET. Agaev dari terdakwa menjadi saksi,” demikian tertulis dalam surat itu sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (/12/2018).

Kementerian Luar Negeri Italia tidak menanggapi permintaan untuk komentar.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan kementerian biasanya tidak berkomentar tentang "pembicaraan tertutup".

"Secara umum, kami selalu, sejalan dengan praktik internasional dan diplomatik, mendiskusikan nasib warga Rusia yang mana beberapa negara memiliki sejumlah pertanyaan atau klaim," katanya.

Selama persidangan pada Rabu, penuntut Italia Sergio Spadaro menggambarkan permintaan itu sebagai "mengejutkan".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini