nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Kadis dan Bendahara Dinsos Kabupaten Karimun Terbukti Korupsi Rp3,1 Miliar

Muhammad Bunga Ashab, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 03:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 06 340 1987426 mantan-kadis-dan-bendahara-dinsos-kabupaten-karimun-terbukti-korupsi-rp3-1-miliar-av8fmAn4wX.jpg Sidang Korupsi (Foto:

TANJUNGPINANG - Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungpinang memvonis Mantan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Karimun Indra Gunawan selama 7 tahun 6 bulan penjara dalam sidang di PN Tipikor Tanjungpinang, Jalan Ahmad Yani, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (5/12/2018).

Sedangkan anak buah Indra, Ardiansyah selaku Bendahara Dinsos Kabupaten Karimun divonis selama 6 tahun 6 bulan penjara.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua, Iriaty Khairul Ummh didampingi Hakim Anggota Yon Efri dan Jonni Gultom menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dana alokasi belanja Dinsos Kabupaten Karimun anggaran tahun 2014-2016 sebesar Rp3,1 miliar.

Perbuatan terdakwa Indra dan Ardiyansyah dinyatakan melanggar dakwaan primair sebagaimana yang diajukan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Karimun.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU RI No 31/1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UURI No 20/2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo 64 ayat (1) KUHP.

"Mengadili terdakwa Indra Gunawan selama 7 tahun 6 bulan dan denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana 3 bulan," kata Iriaty.

Korupsi

Baca Juga: Korupsi Alat Kesehatan, 3 Dokter Spesialis Dijebloskan ke Bui

Iriyati juga menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp2,7 miliar dengan ketentuan apabila uang tidak dibayarakan dalam waktu satu bulan setelah putusan ini berkekuatan tetap maka harta bendanya dapat disita jaksa untuk menutupi uang pengganti.

"Apabila harta bendanya tidak cukup untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan," kata Iriaty.

Sementara untuk terdakwa Ardiansyah, Iriaty menjatuhkan pidana penjara 6 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp200 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan.

Ardiansyah juga dihukum untuk membayar uang pengganti sebesar Rp323 juta dengan ketentuan apabila uang tidak dibayarakan dalam waktu satu bulan setelah putusan ini berkekuatan tetap, maka harta bendanya dapat disita jaksa unruk menutupi uang penganti. Apabila harta bendanya tidak cukup untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun.

"Masa tahanan yang dijalani dikurangkan seluruhnya dengan pidana yang ditetapkan dan terdakwa tetap berada di dalam tahanan," kata dia.

Mendengara putusan itu, terdakwa Indra dan Ardiansyah langsung menyatakan sikap pikir-pikir selam tujuh hari yang diberikan majelis hakim. "Sebelum memutuskannya, saya bermuasyarah dengan keluarga terlebih dahulu, apakah mau banding atau tidak," kata Indra.

Sementara itu, jaksa penuntut umum Amalia Sari juga menyatakan sikap pikir-pikir terhadap putusan kedua terdakwa. Pasalnya, hukuman yang dijatuhkan majelis hakim dinilai terlalu ringan dibandingkan tuntutannya.

Dalam perkara ini Amalia menuntut terdakwa Indra selama 8 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp200 juta susider 3 bulan penjara, serta uang pengganti Rp2 miliar subsider 4 tahun 3 bulan. Sedangkan untuk terdakwa Ardiansyah dituntut selama 7 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan penjara, sedangkan uang pengganti Rp1,1 miliar susider 3 tahun 9 bulan penjara.

"Kalau dilihat ada perbedaan putusan dari majelis hakim dengan tuntutan pada uang penggantinya pada masing-masing terdakwa. Saya masih pikir-pikir apakah banding atau tidak, saya tanyakan dulu sama tim penuntut lainya," kata Amalia.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini