nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menara Eiffel Ditutup Sementara Jelang Aksi Protes Akhir Pekan Ini

Agregasi VOA, Jurnalis · Sabtu 08 Desember 2018 01:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 08 18 1988400 menara-eiffel-ditutup-sementara-jelang-aksi-protes-akhir-pekan-ini-PX2WS1Oegh.jpg Aksi protes di Kota Paris, Prancis. (Foto: Reuters)

MENARA Eiffel di Kota Paris, Prancis, akan ditutup sementara pada akhir pekan ini, Sabtu 8 Desember 2018, guna memperketat keamanan untuk mencegah pecahnya kekerasan lain menyusul aksi protes anti-pemerintah selama tiga pekan di sana.

Selain mengerahkan 8.000 polisi di ibu kota Prancis itu, polisi Paris telah mengidentifikasi 14 wilayah berisiko tinggi yang akan diamankan.

Khawatir para demonstran merusak fasilitas umum di jalan atau lokasi-lokasi pembangunan, polisi Paris akan menyingkirkan semua wadah berbahan beling, pagar-pagar, dan mesin-mesin bangunan yang didirikan di sektor-sektor yang telah diidentifikasi dan mencakup kawasan terkenal di dunia yakni Champs-Elysees.

Sebanyak 89 ribu polisi akan dikerahkan di berbagai penjuru Prancis. Jumlah ini lebih banyak dibanding akhir pekan lalu yakni 65 ribu personel, dan menyebabkan lebih dari 130 orang cedera serta lebih dari 400 lainnya ditahan dalam kekerasan terburuk di negara itu dalam beberapa dekade ini.

Pihak berwenang juga membatalkan enam pertandingan sepakbola Liga Prancis akhir pekan ini akibat aksi protes tersebut.

Sejak kerusuhan dimulai pada 17 November sebagai tanggapan atas kenaikan tajam pajak bahan bakar diesel, empat orang tewas telah dalam berbagai insiden.

Di tengah-tengah kerusuhan, sebagian demonstran, para petinggi serikat pekerja Prancis, dan politisi terkemuka dari berbagai spektrum politik mendesak agar rakyat tenang, terutama karena Presiden Prancis Emmanuel Macron setuju meninggalkan rencana kenaikan pajak yang memicu protes tersebut.

Akan tetapi, tuntutan para demonstran saat ini meluas ke isu-isu lain yang merugikan para pekerja, pensiunan, dan pelajar Prancis.

Huru-hara itu juga berdampak terhadap perekonomian karena terjadi pada musim belanja hadiah Natal dan tahun baru. Berbagai kelompok demonstran akhir pekan lalu melempari bagian depan toko-toko di Paris kemudian menjarah barang-barang berharga di beberapa kawasan terkaya di kota itu.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini