nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Besaran Santunan untuk Keluarga Korban KKB Papua Belum Dipastikan

Saldi Hermanto, Jurnalis · Sabtu 08 Desember 2018 04:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 08 340 1988419 besaran-santunan-untuk-keluarga-korban-kkb-papua-belum-dipastikan-4lXbQqqOD0.jpg Dirut PT Istaka Karya Sigit Winanto. (Foto: Saldi Hermanto/Okezone)

TIMIKA – Direktur Utama PT Astika Karya Sigit Winanto mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan jumlah atau besaran santunan yang nantinya diberikan kepada keluarga korban KKB Papua, baik yang selamat, luka-luka, maupun meninggal dunia. Meski sebelumnya hal ini telah dinegosiasikan bersama keluarga korban di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Jumat 7 Desember 2018.

"Jumlahnya belum bisa saya sampaikan sekarang, karena masih ada beberapa poin yang perlu penghitungan kembali," kata Sigit.

Sebelum itu, sempat disampaikan jumlah santunan dalam pertemuan bersama keluarga korban. Selaku perusahaan, PT Istaka Karya memberikan santunan sebesar Rp24 juta dengan rincian yang duka senilai Rp16,2 juta; santunan Rp4,8 juta; dan biaya pemakaman Rp3 juta. Jumlah tersebut mendapat penolakan dari pihak keluarga korban, sehingga sempat terjadi perdebatan.

Perusahaan memberikan santunan dengan jumlah Rp24 juta karena berdasarkan aturan. Di mana yang terjadi pada para korban bukanlah merupakan bagian dari kecelakaan kerja. Namun, pihak keluarga bersikeras menganggap apa yang dialami para korban hingga meninggal dunia merupakan bagian dari kecelakaan kerja.

"Termasuk itu (kecelakaan kerja) yang akan kita definisikan ulang. Kita belum bisa sampaikan seperti itu, tapi bahwa keluarga sekarang sudah sepakat kemudian kita bisa mengantar para korban kepada keluarga masing-masing dengan baik. Ini kita anggap musibah yang harus segera diselesaikan lengkap dengan beberapa tanggung jawab kami untuk mengurangi beban keluarga korban," katanya.

Terkait santunan yang akan diberikan, bakal dikaji lagi berdasarkan aturan yang ada, termasuk untuk korban selamat maupun luka-luka yang kini masih dalam perawatan.

"Jadi itu langkah-langkah yang akan kita lakukan berikutnya. Kita coba selesaikan masalah dari mulai pemulangan ini dulu," ujarnya.

"Yang masih hidup kita akan uruskan kembali, kita kaji kompensasi sebesar apa. Termasuk dengan BPJS, sedang kita urus," imbuhnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini