nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanah Bergerak di Kuningan, Akses Jalan Terputus Pagar Sekolah Ambruk

Fathnur Rohman, Jurnalis · Sabtu 08 Desember 2018 19:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 08 525 1988591 tanah-bergerak-di-kuningan-akses-jalan-terputus-pagar-sekolah-ambruk-Heftm7iO5I.jpg Ilustrasi

KUNINGAN - Hujan deras yang akhir-akhir ini mengguyur wilayah Cirebon dan sekitarnya, membuat fenomena pergerakan tanah kembali terjadi. Kali ini jalan penghubung antar desa sepanjang 30 Meter di Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengalami kerusakan, Sabtu (08/09/2018).

Jalan penghubung antar-desa di Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat itu, mengalami kerusakan cukup parah akibat dari fenomena pergerakan tanah.

Selain merusak akses jalan, fenomena pergerakan tanah juga membuat ambruk sebuah pagar dan merusak lantai di SMP Negeri 2 Subang. Akibat dari kejadian tersebut, kegiatan belajar para siswa terganggu.

Kejadian pergerakan tanah yang melanda wilayah itu, terjadi karena kondisi tanah yang labil ketika diguyur air hujan terus menerus, serta lokasi geografisnya berada di area perbukitan.

Salah satu perangkat desa di Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yakni Wahyudin menuturkan, bahwa akibat dari peristiwa tersebut membuat aktifitas warga terganggu. Ia juga berharap, agar Pemerintah Kabupaten Kuningan segera memperbaiki jalan dan sekolah yang terdampak pergerakan tanah.

Sementara itu, menanggapi laporan dari masyarakat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, langsung terjun ke lokasi kejadian guna melakukan pendataan.

Kepala BPBD Kuningan, Agus Mauludin mengungkapkan, bahwa ada 15 kecamatan yang rawan terjadi bencana longsor dan tanah bergerak.

"Ada 15 Kecamatan yakni, Nusaherang, Kadugede, Darma, Selajambe, Hantara, Subang, Cilebak, Ciwaru, Ciniru, Karangkancana, Cibeureum, Cimahi Cibingbin, Maleber, dan Garawangi," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini