TKN Jokowi-Ma'ruf Tak Khawatir Kasus Habib Bahar Berdampak seperti Ahok

Bayu Septianto, Jurnalis · Sabtu 08 Desember 2018 05:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 08 605 1988429 tkn-jokowi-ma-ruf-tak-khawatir-kasus-habib-bahar-berdampak-seperti-ahok-YK8aOxYbCi.jpg Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, percaya dengan aparat kepolisian dalam memproses hukum kasus yang menjerat Habib Bahar bin Smith. Penyidik Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan Habib Bahar sebagai tersangka atas kasus dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

"Proses hukum kita serahkan kepada mekanisme hukum," ujar Ace kepada Okezone, Sabtu (8/12/2018).

Ace menjamin TKN Jokowi-Ma'ruf dan Presiden Jokowi sendiri tidak akan mengintervensi proses hukum yang menjerat Habib Bahar.

(Baca juga: TKN Jokowi-Ma'ruf: Kasus Bahar bin Smith Jadi Pelajaran bagi Siapa pun)

Menurut Ace, bila benar Habib Bahar tidak bersalah, pihak kuasa hukum seharusnya bisa meyakinkan petugas selama proses berjalan.

"Kami terus terang saja, termasuk Presiden, enggak bisa intervensi proses hukum," jelas Ace.

TKN Jokowi-Ma'ruf, lanjut Ace, tak khawatir bila kasus ini akan berdampak seperti yang pernah menjerat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menjadi terpidana kasus penistaan agama.

Saat itu Ahok yang sedang berlaga di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 harus menghadapi aksi massa besar-besaran yang menolaknya menjadi gubernur karena dianggap telah menistakan agama.

"Enggak (khawatir) lah. Kita serahkan saja kepada mekanisme hukum. Tidak selayaknya lah yang mengaku ulama ngomong bahasa kotor," ucap Ace.

(Baca juga: Perjalanan Ceramah Kontroversi Habib Bahar bin Smith Berujung Status Tersangka)

Sebagaimana diketahui, Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith resmi menyandang status tersangka kasus penyebaran ujaran kebencian (hate speech) atas ceramahnya yang menjuluki Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai banci.

Penyidik menjerat Bahar bin Smith dengan sejumlah pasal. Di antaranya Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf (a) ke-2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 45 juncto Pasal 28 Ayat (2) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Pasal 207 KUHP.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini