nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TNI Dilibatkan dalam Pengerjaan Proyek Pembangunan di Papua

Antara, Jurnalis · Sabtu 08 Desember 2018 03:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 08 609 1988417 tni-dilibatkan-dalam-pengerjaan-proyek-pembangunan-di-papua-aRPUp9GTuF.jpg TNI dan Polri memberikan pengamanan di Papua. (Foto: Okezone)

MAROS – Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aloysius Kiik Ro menegaskan tetap melanjutkan proyek pembangunan jembatan Jalan Trans-Papua di Kabupaten Nduga dengan melibatkan TNI.

"Presiden menginginkan pembangunan jalan terus. Mulai minggu depan akan dilanjutkan. Pola kerjanya ada pendampingan langsung dari anggota TNI-Polri, Istaka Karya, dan kontraktor lainnya," katanya di Lanud Hasanuddin Maros, Sulawesi Selatan, sebagaimana dinukil dari Antaranews, Jumat 7 Desember 2018.

Dia menuturkan, melalui perintah Panglima TNI, para prajurit bakal terlibat langsung dalam proses pengerjaan proyek hingga selesai, sama seperti pembukaan lahan pertama dilaksanakan Batalion Zeni Zipur Bidang Konstruksi atau Yon Zikon TNI Angkatan Darat. Selanjutnya, dikawal pasukan tempur TNI dan anggota Polri.

"Kami sudah rapat dengan Panglima serta Menteri PUPR, jadi semua ada perbaikan, akan ada pendampingan dalam dua hal. Pertama, TNI bekerja secara khusus, karena ada keahlian mereka di situ. Kedua, pos pengamanan ditambah di titik-titik rawan di mana para pekerja sipil bekerja," katanya.

Sedangkan untuk jumlah pekerja sipil dari PT Istaka Karya tetap ditambah. Selain itu, pasca-penembakan, sama-sama akan dihitung jumlah anggaran yang dibutuhkan hingga akhir bulan ini dan selanjutnya dihitung dalam anggaran baru sesuai alokasi dana.

Terkait alokasi dana bagi TNI yang ikut membantu penyelesaian proyek jembatan yang hampir selesai di lokasi kejadian, kata dia, juga masih dihitung agar proyek tersebut cepat selesai.

"Target penyelesaian jembatan sebenarnya akhir Desember 2019 sesuai kontrak dengan Kementerian PUPR, namun karena ada peristiwa itu maka pembangunan terhambat. Tetapi untuk Jalan Trans-Papua sudah hampir selesai," katanya.

Ia menyebutkan, khusus proyek jembatan yang dikerjakan tercatat sebanyak 35 proyek, 21 di antaranya dikerjakan PT Brantas Abipraya dan 14 sisanya dikerjakan PT Istaka Karya yang merupakan salah satu BUMN.

Komisaris PT Istaka Karya Iswanto Sunaryo pada kesempatan itu menuturkan, sesuai arahan Panglima TNI bersama pihak Kementerian PUPR dan dikuatkan perintah Presiden,proyek tersebut harus tetap berjalan.

"Soal keamanan nantinya kita serahkan kepada aparat keamanan TNI dan Polri," jelasnya di sela serah-terima 14 jenazah korban penembakan di Lanud Hasanuddin.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini