nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Jual-Beli Blangko E-KTP, Fadli Zon: Kemendagri Jangan Bekerja Amatiran!

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 09 Desember 2018 08:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 09 337 1988746 kasus-jual-beli-blangko-e-ktp-fadli-zon-kemendagri-jangan-bekerja-amatiran-CfIwciekSU.JPG Wakil Ketua DPR, Fadli Zon (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menilai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah gagal mengamankan data kependudukan warga negara Indonesia (WNI). Hal itu disimpulkan Fadli menyusul terbongkarnya kasus jual-beli blangko e-KTP di situs online dan Pasar Pramuka, Jakarta Timur.

Dengan terkuaknya kasus tersebut, Fadli mengaitkan hal itu dengan standard kredibilitas penyelenggaraan Pemilu 2019 mendatang. Pasalnya, kata dia, pesta demokrasi akan menghadapi tantangan besar.

E-KTP

"Harus ada audit terhadap proses pembuatan e-KTP dan ekspose terbuka dari Kemendagri atas kasus ini. Jika tidak, Kemendagri bisa dianggap gagal mengamankan data kependudukan," kata Fadli dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone di Jakarta, Sabtu 8 Desember 2018.

Ia mengklaim, kasus jual beli blangko e-KTP ini bukanlah pertama kalinya. Namun jelas hal itu menunjukkan buruknya standard kerja di lingkungan Kemendagri terkait proses perekaman data, pendistribusian, dan pengawasan pencetakan e-KTP. Pria berkacamata itu menyebut, pada Mei lalu, terdapat kasus ribuan e-KTP tercecer di Bogor.

E-KTP

"Sebelumnya, pada 18 Maret 2017, di tempat sampah bekas Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan juga pernah ditemukan kasus serupa," ungkapnya.

Sehingga, dirinya berpandangan bahwa Kemendagri seolah tidak punya prosedur ketat dan terkontrol dalam menjaga seluruh lini terkait proses pembuatan e-KTP itu. Padahal, menurutnya, hal tersebut potensial diselewengkan.

"Mengingat e-KTP merupakan instrumen penting dalam penggunaan hak pilih, Kemendagri seharusnya tak boleh bekerja amatiran. Apalagi raw material data pemilih kan asalnya memang dari Kemendagri," sindirnya.

E-KTP

Sebelumnya, kasus penjualan blangko e-KTP secara online terungkap ke publik. Penjual blangko e-KTP di pasar daring itu diduga dilakukan anak pejabat Disdukcapil Provinsi Lampung. Kemendagri pun telah melaporkan persoalan tersebut ke Mapolda Metro Jaya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini