nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Amerika Diminta Tak Usah Campuri Politik Prancis

Agregasi VOA, Jurnalis · Senin 10 Desember 2018 06:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 10 18 1989017 amerika-diminta-tak-usah-campuri-politik-prancis-465uDqjhfd.jpg Kerusuhan di Prancis (VoA)

PRANCIS - Kementerian Luar Negeri Prancis hari Minggu (9/12/2018) menyerukan kepada Presiden Amerika Donald Trump untuk tidak mencampuri politik di Prancis. Pernyataan ini disampaikan menanggapi cuitan Trump di Twitter tentang demonstrasi di Paris.

"Kami tidak mencampuri politik dalam negeri Amerika dan kami ingin Amerika berlaku demikian pula," ujar Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian kepada televisi LCI.

 Baca juga: Prancis Bergolak, 125.000 Demonstran Turun ke Jalan Menjarah Toko

"Saya mengatakan ini kepada Donald Trump, dan Presiden Prancis mengatakan hal yang sama: jangan usik kami," tambahnya.

 https://gdb.voanews.com/A667266F-89A5-48B5-A05B-7A1B0213C650_cx0_cy8_cw0_w1023_r1_s.jpg

Le Drian menanggapi cuitan Trump Sabtu pagi 8 Desember 2018. "Hari yang sangat menyedihkan di Paris. Mungkin ini saatnya untuk menyudahi Perjanjian Paris yang konyol dan sangat mahal, dan mengembalikan uang kepada orang-orang dalam bentuk pengenaan pajak yang lebih rendah?" cuit Trump.

 Baca juga: Prancis Kembali Bergolak: Berikut yang Perlu Diketahui Tentang Gerakan Rompi Kuning

Cuitan Trump sebelumnya juga menyindir seakan-akan para demonstran berpihak pada keputusannya meninggalkan Perjanjian Iklim Paris tahun 2015, perjanjian bersejarah yang disepakati oleh lebih dari 100 negara untuk mengatasi perubahan iklim.

Hampir dua ribu orang ditangkap di seluruh Prancis pada hari Sabtu 8 Desember 2018 dalam demonstrasi besar yang dilangsungkan di beberapa kota.

 Baca juga: Menara Eiffel & Museum Louvre Ditutup Antisipasi Kerusuhan Demonstrasi yang 'Ciptakan Raksasa'

Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan sekitar 136 ribu orang berunjuk rasa menentang tingginya biaya hidup. Para demonstran juga menunjukkan kekecewaan mereka terhadap Presiden Emmanuel Macron.

Demonstrasi berlangsung di sejumlah kota, antara lain Paris, Marseilles, Bordeaux, Lyon, dan Toulouse.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini