nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penetapan Habib Bahar Tersangka Kasus Penghinaan ke Jokowi Dinilai Tepat

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 10 Desember 2018 06:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 10 337 1989009 penetapan-habib-bahar-tersangka-kasus-penghinaan-ke-jokowi-dinilai-tepat-WwI8UFXNKV.jpg Habib Bahar bin Smith. (Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan yang menjerat Habib Bahar bin Smith menyangkut kehormatan seorang Kepala Negara di muka umum.

Habib Bahar dalam ceramahnya menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) banci. "Ini menyangkut penghormatan kepada Kepala Negara," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada Okezone, Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Poengky menilai tepat langkah yang diambil penyidik Bareskrim Polri yang menaikkan status Habib Bahar menjadi tersangka. "Kompolnas mendukung Polri sigap dalam menangani kasus-kasus seperti itu," ujar Poengky.

Habib Bahar bin Smith Penuhi Panggilan Bareskrim

Di sisi lain, Poengky tetap mengingatkan kepada aparat penegak hukum untuk tetap memproses kasus serupa, meski bukan sekelas Kepala Negara yang dihina oleh seseorang. "Seandainya yang dihina adalah orang kebanyakan sekalipun, polisi harus memprosesnya, karena sudah ada aturan hukum yang dilanggar," pesannya.

(Baca juga: Perjalanan Ceramah Kontroversi Habib Bahar bin Smith Berujung Status Tersangka)

Poengky berpendapat, di era saat ini, sangat mudah untuk mendapakan informasi sekaligus menyebarluaskannya. Namun kebebasan tersebut terkadang tidak diikuti dengan tanggung jawab moral akan kebenaran.

"Dan bagi kelompok yang awam akan dianggap sebagai suatu kebenaran. Di sisi lain, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional sudah ada aturan hukum yang melarang ujaran kebencian, berita bohong serta ujaran yang sifatnya merendahkan martabat orang lain," papar dia.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan Habib Bahar sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi terlapor selama kurang lebih 11 jam. Saat ini, Habib Bahar belum ditahan oleh Polisi.

Atas perbuatannya, Habib Bahar dijerat Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf (a) ke-2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 45 juncto Pasal 28 Ayat (2) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dan Pasal 207 KUHP.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini