nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penuntasan Kasus HAM Jadi PR Pemerintah Selanjutnya

Amril Amarullah, Jurnalis · Senin 10 Desember 2018 11:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 10 337 1989087 penuntasan-kasus-ham-jadi-pr-pemerintah-selanjutnya-PZ9fG6ETDI.jpg Ilustrasi pelanggaran HAM. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah merilis catatan sejumlah penuntasan kasus pelanggaran HAM yang tak selesai dari tahun ke tahun. Catatan kasus-kasus pelanggaran HAM tersebut di antaranya:

Peristiwa penembakan misterius (petrus) yang terjadi pada 1982 hingga 1985; kerusuhan Tanjung Priok pada 12 September 1984; peristiwa Talangsari, Lampung Timur, pada 7 Februari 1989; peristiwa Haur Koneng, Majalengka, pada 29 Juli 1993.

Selanjutnya ada peristiwa penghilangan aktivis masa Orde Baru pada 1997–1998. Ada lagi Trisakti, Semanggi I, Semanggi II, kerusuhan Mei 1998, hingga kasus Munir.

Hanafi Rais. (Foto: Okezone)

Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Hanafi Rais, menegaskan bahwa dalam rangka peringatan Hari Hak Asasi Manusia maka peristiwa pelanggaran HAM masa lalu harus diusut tuntas dan segera diselesaikan melalui jalur hukum. Bila tidak, maka akan menjadi pekerjaan rumah (PR) pemimpin selanjutnya.

"Demi rasa kemanusiaan bila Indonesia ingin maju, maka kasus-kasus masa lalu harus segera diusut tuntas dan dibawa ke meja hukum agar dapat segera dilakukan rekonsiliasi untuk bersama membangun bangsa. Bila periode ini tidak tuntas, maka pemerintah selanjutnya yang harus menyelesaikannya," tegas Wakil Ketua Komisi I DPR, Hanafi Rais.

Lebih lanjut ia menambahkan, penyelesaian kasus pelanggaran HAM butuh komitmen dan keberanian dari penguasa karena dapat menyeret sejumlah pihak yang dekat dengan kekuasaan.

"Meski berisiko terganggunya stabilitas politik, pemerintah harus menunjukkan komitmen, bukan semata untuk kepentingan elektoral, tapi dilandasi kemauan politik dan upaya untuk mewujudkan keadilan sosial," tutup Hanafi.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini