nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengamat IPI Dorong Polisi Ungkap Dalang Tercecernya E-KTP di Duren Sawit

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis · Senin 10 Desember 2018 15:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 10 337 1989218 pengamat-ipi-dorong-polisi-ungkap-dalang-tercecernya-e-ktp-di-duren-sawit-WMWkCZjtay.jpg E-KTP ditemukan tercecer di Duren Sawit, Jakarta Timur. (Ist)

JAKARTA – Kabar tercecernya KTP elektronik atau E-KTP di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (9/12/2018), mendapat tanggapan beragam dari berbagai kalangan.

Menurut pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie, siapapun dari kedua pihak jika terbukti melakukan tindakan melawan hukum, harus ditindak. Hal itu lantaran menurutnya, tercecernya E-KTP ini bisa merusak pileg bahkan pilpres.

Jerry melanjutkan, memang dua kubu akan saling menuding dan mencurigai, tapi jangan semua dibawa ke ranah politis.

"Apabila memang terbukti ada pelanggaran, Bawaslu harus bertindak tegas. Jika ada indikasi permainan dari lawan politik, juga perlu diusut. Polisi sebaiknya menelusuri dan mengungkap dalang tercecernya e-KTP ini," tegasnya.

Ia menjelaskan, jika tidak diberikan punishment terhadap pelanggaran ini ujarnya, semboyan "jujur dan adil (jurdil)" dalam pemilu diragukan. Selain itu, jika seandainya ada indikasi pelanggaran penggelembungan E-KTP tapi didiamkan, menurutnya hal ini cacat hukum.

"Hal ini bisa menjadi catatan kelam dalam sistem kepemiluan kita. Seyogianya ke depan Bawaslu dan KPU perlu diberikan power of election lebih kuat lagi. Tidak bisa diganggu gugat mau ke judicial review pun tetap tak berdaya," ujar Jerry.

E-KTP Dalam Karung (Ist)

Ia menjelaskan, perlu ditelusuri motif di balik tercecernya e-KTP ini. Memang menurut kabar, ada anak dari disdukcapil yang membawa e-KTP.

IPI pun meminta polisi mengusut kasus ini. Pasalnya, menurut Jerry, perkara bisa dibawa ke ranah pidana, tak hanya pelanggaran pemilu.

"Polisi harus melakukan olah TKP dan lakukan penyelidikan awal serta mencari info akurat. Hemat saya, akan lebih baik jika ada saksi kunci," katanya.

(Baca Juga : Mendagri Lihat Ada Kesamaan Kasus Pembuangan E-KTP di Duren Sawit dan Bogor)

Oleh karena itu, ujar dia, kasus ini harus dibuka terang-benderang biar publik tahu dan tidak ada saling curiga antara kedua kubu.

"Isu ini bisa digoreng dan sasaran empuk paling tidak menyerang pemerintah karena ini tahun politik," ungkap dia.

(Baca Juga : DPR Minta Penjelasan Mendagri Terkait Temuan Ribuan E-KTP di Duren Sawit)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini