nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yaman dan Houthi Tolak Kesepakatan Awal Gencatan Senjata

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 11 Desember 2018 14:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 11 18 1989660 yaman-dan-houthi-tolak-kesepakatan-awal-gencatan-senjata-mBUqyizv3E.jpg Pasukan pro pemerintah Yaman (AFP)

YAMAN - Kedua pihak dalam pembicaraan damai di Yaman yang disponsori PBB menolak usul awal untuk mengakhiri pertempuran di kota pelabuhan utama Hodeida.

Berbagai laporan menyebutkan koalisi pimpinan Arab Saudi akan meletakkan senjata sedangkan pemberontak Houthi yang didukung Iran dan menguasai kota itu akan mundur. Administrasi PBB untuk sementara akan mengambil alih.

Hampir semua makanan dan bantuan kemanusiaan datang melalui Hodeida dan pertempuran itu menghambat pengiriman.

Meskipun ada penolakan awal, utusan PBB Martin Griffiths, yang mengawasi pembicaraan di luar Stockholm tersebut, mengatakan ini hanyalah rancangan awal dan usul semacam itu selalu direvisi.

Pembicaraan itu juga berfokus pada penghentian pertempuran di Taiz, kota terbesar ketiga di Yaman.

Pengungsi Yaman (AFP)

Wakil-wakil dari Yaman dan Houthi mengatakan kesepakatan pertukaran tahanan baru saja akan diselesaikan dan akan diawasi Komite Internasional Palang Merah.

(Baca juga: 5 Juta Anak di Yaman Berisiko Kelaparan Akibat Perang)

Itu pembicaraan perdamaian substansial pertama di Yaman sejak tahun 2016. Pertempuran antara pemberontak Houthi dan tentara Yaman - didukung serangan udara pimpinan Arab Saudi - pecah tahun 2014 dan menewaskan lebih dari 10.000 orang, termasuk warga sipil yang tak terhitung jumlahnya.

(Baca juga: Perang di Yaman: Bencana Kemanusiaan Terburuk Selama Satu Abad)

PBB menyebut Yaman sebagai bencana kemanusiaan terburuk di dunia. Negara itu di ambang kelaparan, dengan hampir 80 persen penduduk kekurangan makanan, air bersih, dan perawatan medis yang layak.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini