nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terluka saat Adu Tembak dengan KKB, 2 Prajurit TNI Akan Dievakuasi ke Wamena

Saldi Hermanto, Jurnalis · Selasa 11 Desember 2018 14:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 11 340 1989685 terluka-saat-adu-tembak-dengan-kkb-2-prajurit-tni-akan-dievakuasi-ke-wamena-9EjMjORt1B.JPG Kelompok Kriminal Bersentara Papua. Foto/Ist

TIMIKA – Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih membenarkan bahwa dua prajurit TNI atas nama Pratu Budi dan Praka Aswad ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Selasa (11/12/2018).

Akibat serangan KKB, Pratu Budi mengalami luka tembak pada bagian bahu dan Praka Aswad mengalami luka ringan pada pelipis terkena recorsed amunisi.

Penyerangan oleh KKB berlangsung secara mendadak di pos TNI yang baru dibentuk di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Kontak tembak antara anggota Kodam XVII/Cenderawasih dengan KKB terjadi pada pukul 06.15 WIT. Arah serangan diperkirakan berjarak 500-600 meter dari pos TNI di Yigi.

"Mendapatkan serangan, prajurit TNI bukannya lari meninggalkan pos, tetapi separuh kekuatan berusaha melakukan pengejaran ke arah datangnya serangan dipimpin oleh Danpos Lettu Inf Ardan. Sedangkan sisanya mengamankan pos dan mengikat tembakan," kata Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam keterangan pers yang diterima Okezone di Timika, Kabupaten Mimika, Papua.

 

Usai melakukan penyerangan, KKB melarikan diri dengan berpencar ke dalam hutan. Namun pasukan TNI terus mengejar dengan mengikuti petunjuk berupa jejak yang ditinggalkan KKB.

"Saat ini sedang dilaksanakan proses evakuasi korban melalui jalur darat dari Yigi ke Mbua, selanjutnya nanti akan dievakuasi melalui jalur udara menggunakan helikopter dari Mbua ke Wamena," kata Aidi. 

Foto: Okezone/Saldi Hermanto

Dalam kontak tembak itu, belum diketahui adanya korban dari KKB karena jarak tembak cukup jauh ditambah kondisi medan yang ekstrim dan tertutup.

"Faktor kesulitan tentunya adalah kondisi geografis yang sangat ekstrim dan penguasaan medan. Kelompok KKSB sudah sekian lama hidup di medan tersebut, mereka dapat menyusuri hutan tanpa sarana kompas dan peta atau alat bantu lainnya. Namun demikian kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat prajurit," kata Aidi.

Baca: 6 Fakta Terbaru Pembunuhan Pekerja PT Istaka Karya oleh KKB di Papua

Baca: Saat Pembantaian di Papua, Banyak Pekerja yang Kabur ke Hutan

Saat ini situasi di Yigi, masyarakat yang tadinya lari berlindung ke hutan berangsur-angsur mulai kembali ke kampung setelah TNI membuat pos.

Berdasarkan data Kodam XVII/Cenderawasih, KKB pimpinan Egianus Kogoya bukan berasal dari Distrik Yigi namun dari Mapenduma. Meski demikian ada beberapa warga Yigi yang tergabung dalam Egianus.

"Hal ini diperkuat berdasarkan keterangan dari saksi yang selamat, bahwa pada saat kejadian warga masyarakat asli di Distrik Yigi berusaha mencegah KKB melakukan tindakan keji tersebut.

“Bahkan saat KKB melaksanakan penyisiran ke kampung-kampung, warga asli Yigi berusaha melindungi warga pendatang yang sedang melakukan pekerjaan beberapa bangunan di Yigi. Mereka memberitahukan kepada para pekerja agar segera lari menyelamatkan diri ke hutan karena KKSB sedang mencari dan akan menangkap mereka," terang Aidi.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini