Cegah Pandangan Negatif, TKN Jokowi-Ma'ruf Minta E-KTP Tercecer Secepatnya Diungkap

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 11 Desember 2018 11:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 11 605 1989581 cegah-pandangan-negatif-tkn-jokowi-ma-ruf-minta-e-ktp-tercecer-secepatnya-diungkap-7bgLGwXr62.jpg Abdul Kadir Karding. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Abdul Kadir Karding, wakil ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, berharap polisi segera mengungkap kasus tercecernya e-KTP di kawasan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Langkah ini mesti cepat-cepat dilakukan agar tidak ada pandangan negatif yang ditujukan kepada Presiden Jokowi.

"Kita berharap saja supaya polisi bisa usut dengan cepat, supaya tidak ada kepada framing kita. Ini yang dirugikan TKN, karena beredarnya itu. Nanti di-framing kepada pemerintah, ini karena berkuasa nambah-nambah jumlah KTP," kata Karding kepada Okezone, Selasa (11/12/2018).

(Baca juga: Soal Pembuang Sekarung E-KTP di Duren Sawit, Mendagri: Pasti "Orang Dalam")

Ia menegaskan bahwa pihaknya mengharamkan menggunakan cara-cara yang tidak dibenarkan secara aturan. Sebab, TKN memiliki tujuan baik untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

"Kita enggak pakai-pakai cara-cara seperti itu. Kita ingin menang dengan cara baik, karena tujuan kita baik," tutur Karding.

(Foto: Ist)

Meski demikian, Karding memastikan kasus tersebut tidak akan dikaitkan dengan kepentingan politik. Sebab dalam penetapan daftar pemilih tetap (DPT) ditentukan oleh berbagai pihak.

"Jadi di sana diverifikasi dan dibicarakan, tentu tidak gampang, apalagi kalau itu benar sampai dijual. Ngapain sampai dijual untuk kepentingan politik. Saya kira enggak relavan ya. Tidak nyambung," tegasnya.

(Baca juga: Mendagri: Penjual KTP Elektronik Online Tidak Ngaruh ke Database Kependudukan)

Sebagaimana diketahui, Kementerian Dalam Negeri menjamin bahwa kasus tercecernya ribuan e-KTP di Jakarta Timur tidak akan membuat ada pemilih ganda. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo bahwa e-KTP yang tercecer di Jakarta Timur sudah kedaluwarsa.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini