nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menristekdikti: Ijazah Saja Tak Cukup!

Jamilah, Jurnalis · Selasa 11 Desember 2018 21:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 11 65 1989945 menristekdikti-ijazah-saja-tak-cukup-nJi7VQ2p5j.jpg Foto: Menristekdikti (Okezone)

SUMENEP - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan bahwa meningkatkan kualitas lulusan pendidikan tinggi dan membangun ekosistem perguruan tinggi yang mampu merespon industri 4.0 dan selaras dengan kebutuhan industri yang menjadi perhatian pemerintah saat ini.

Hal tersebut disampaikan dalam acara Peresmian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KH. Bahaudin Mudhary (STIEBA) di Sumenep, Madura pada Senin 10 Desember 2018.

 Baca Juga: Tak Mampu Bayar Biaya Sekolah, SMKN 9 Merangin Tahan Ijazah Lima Siswanya

Menristekdikti dalam sambutannya, mengungkapkan lulusan perguruan tinggi saat ini tidak bisa hanya mengandalkan ijazah saja, namun harus dibekali sertifikat keahlian yang sesuai dengan standar industri, pada bidang masing-masing.

“Selain mendapatkan ijazah, lulusan perguruan tinggi juga harus memiliki sertifikat kompetensi sesuai keahlian masing-masing. Ijazah saja tidak cukup, karena sertifikat kompetensi ini akan menentukan lulusan pada kemampuan terbaiknya,” ujar Mohamas Nasir yang dilansir dari Ristekdikti, Jakarta, Selasa(11/12/2018).

 Baca Juga: Menko Darmin: Lulusan SMK Cuma Dapat Ijazah Mahal

DIa juga mengungkapkan dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 perlu mempersiapkan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di perguruan tinggi seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analytic, mengintegrasikan objek fisik, digital dan manusia untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan berdaya saing.

Menristekdikti berharap STIEBA Madura kedepannya bisa tumbuh berkembang menjadi perguruan tinggi swasta yang bermutu dan menjadi pilihan bagi masyarakat Madura untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang pendidikan tinggi. Menristekdikti menekankan bahwa saat ini sudah tidak ada dikotomi antara PTN dan PTS, yang paling penting adalah mutu sebuah perguruan tinggi.

Ketua Yayasan Kudsiyah Bahaudin Mudhary Achsanul Qosasi menjelaskan hadir untuk kemajuan pendidikan Madura dan Indonesia.

 Baca Juga: Presiden Jokowi Rombak Pendidikan Vokasi, 4.000 SMK Direvitalisasi

Saat ini STIEBA Madura memiliki 2 program studi yaitu Manajemen dan Akuntansi. STIEBA Madura sedang dalam proses peningkatan status Institusi menjadi Universitas Bahaudin Mudhary dan proses pengajuan program studi baru yaitu ilmu informatika, desain komunikasi visual, dan industri maritim.

“Saya ingin Madura bangkit dari ketertinggalan, pendidikan adalah kendaraan menuju kesana. STIEBA Madura adalah implementasi dari komitmen itu,” ucapnya.

Dalam acara tersebut turut hadir Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Sesjen Kemenristekdikti Ainun Na’im, Dirjen Kelembagaan Kemenristekdikti Patdono Suwignjo, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Soeprapto, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando, Bupati Sumenep KH. A. Busyro Karim, beserta tamu undangan lainnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini