nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasar Tiban Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Semarang

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 12 Desember 2018 07:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 12 65 1990044 pasar-tiban-tingkatkan-ekonomi-masyarakat-semarang-Iv86W1gNMX.jpg Salah Satu Pedagang di Pasar Tiban Kampus Unnes (Foto: Unnes)

SEMARANG – Pasar yang berlokasi di Wilayah Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), tepatnya di Lapangan Banaran, Jalan Tamansiswa kerap kali dinamakan pasar Tiban, dikarenakan pasar ini hanya ada pada hari selasa malam di setiap minggunya mulai pukul 17.00 WIB – 22.00 WIB.

Salah satu anggota paguyuban Dina Ristani mengatakan diadakannya paguyuban pasar Tiban ini supaya ramai. “Ya kan disini banyak mahasiswa, dan warga sekitar Banaran. Dan setelah ada pasar ini, omset penjualan meningkat. Jumlah pedagang mencapai 50 anggota lebih, kalau mau ikut jualan, cukup membayar uang kebersihan Rp10.000,” ujarnya.

Baca Juga: Tanam Bibit Mangrove Bentuk Kepedulian Mahasiswa Jaga Ekosistem Laut

Pengunjung yang datang mulai dari kalangan mahasiswa hingga masyarakat di sekitarnya. Tak heran, pasar yang sangat dinantikan oleh banyak kalangan ini, mendatangkan keuntungan bagi para pedagang pasar Tiban.

“Kalau dibandingkan dengan pasar-pasar yang lainnya, Pasar Tiban termasuk bagus. Omsetnya kurang lebih Rp1 juta, hampir 80% peminat dari kalangan mahasiswa. Barang yang dijualpun sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Hanya saja kendala kalau hujan ya, tidak ada aktivitas pasar karena situasi tidak memungkinkan,” ungkap Yasin (50) seorang penjual sprei dan sarung bantal berasal dari Kendal.

Aneka macam barang dan makanan tersedia di pasar ini, mulai dari aneka jajanan, pakaian, mainan anak - anak, kosmetik, aksesoris, dan lain sebagainya. Selain sebagai tempat sarana jual beli barang, pedagang juga menawarkan jasa seperti meyediakan permainan anak, misalnya permainan istana balon anak, mainan pancingan ikan untuk anak-anak. Dari segi edukatif, pembeli yang membawa anak bisa menyalurkan bakat dan minat dalam melukis lewat pedagang yang menawarkan jasa mewarnai di atas kertas bergambar.

Baca Juga: Cas Cis Cus Bahasa Jepang, Seli Inayanti Bawa Nama Harum Indonesia di Tokyo

Lilis pengunjung pasar Tiban yang merupakan mahasiswa UNNES mengaku sudah sering ke pasar Tiban karena harganya sangat terjangkau sesuai kantong mahasiswa. Hanya saja susahnya parkir motornya membuat kurang nyaman, apalagi kalau hujan.

“Lumayan lah jadi lebih dekat daripada beli di bawah (turun ke daerah kota), hemat besin juga. Harapannya buat pasar, diadakan saja setiap minggu, terus plot jualannya di kelompokkin, baju- baju, makanan, makanan,” ujarnya

Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang Novi Kurniasih, Marsellyna Umi P, Alna Srohfiah

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini