nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kado Akhir Tahun, UNS Tambah 2 Guru Besar

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 12 Desember 2018 14:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 12 65 1990232 kado-akhir-tahun-uns-tambah-2-guru-besar-4A6zn1HdGN.png Foto: UNS Tambah 2 Guru Besar (Dok UNS)

JAKARTA - Bertambahnya dua guru besar di Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Bidang iImu Obstetri dan Ginekologi pada Fakultas Kedokteran (FK) ini menjadi kado terindah untuk Universitas Sebelas Maret (UNS) di akhir tahun 2018.

Dua guru besar tersebut yaitu Prof. Dr. Endang Sutisna Sulaiman, dr., M.Kes dan Prof. Dr. Sri Sulistyowati, dr, Sp.OG/K. Keduanya merupakan Guru Besar yang ke-195 dan ke-196 untuk tingkat universitas dan Guru Besar ke-40 dan ke-41 di FK UNS.

 Baca Juga: Mahasiswa Diminta Peduli Kondisi Pertanian RI

Demikian disampaikan Rektor UNS, Prof Ravik Karsidi saat memberikan sambutan dalam upacara Pengukuhan Guru Besar di Auditorium UNS, Selasa 11 Desember 2018.

“Semoga pengukuhan dua Guru Besar kali ini menjadi kado istimewa di penghujung tahun 2018, bagi UNS dan FK serta bagi bangsa dan negara Indonesia. Semoga ini menambah kebahagiaan kita di akhir tahun ini karena baru saja UNS juga mendapat kado istimewa bahwa dalam pemeringkatan QS-Star bintang UNS bertambah satu lagi menjadi bintang tiga,” kata Ravik seperti dilansir laman UNS, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Ravik menyampaikan, dengan bertambahnya Guru Besar tentu akan berkorelasi dengan kualitas sumber daya manusia dan kapasitas kelembagaan UNS didalam mengemban Tri Dharma PT.

 Baca Juga: UNS Buka Pendaftaran Calon Rektor, Tertarik?

Apalagi Prof Endang menguasai kepakaran dalam bidang ilmu kesehatan masyarakat yang dari hari ke hari masalah kesehatan masyarakat ini menjadi masalah utama dalam membangun kualitas manusia seutuhnya. Sebagaimana tadi telah kita ikuti bersama dalam orasi Prof. Endang yang diberi judul Membumikan Keadilan, Pemberdayaan dan Promosi Kesehatan.

Demikian juga, Prof. Sri Sulistyowati ke depan akan semakin berperan penting dalam transformasi keilmuan dan pengetahuan dalam kepakaran bidang ilmu Obstetri dan Ginekologi bagi kemajuan ilmu kedokteran. Sebagaimana tadi juga kita dengar bersama orasi beliau yang diberi judul Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu Yang Disebabkan Preeklampsia Dengan Model Disfungsi Endotel.

Menurut Prof. Endang, tantangan kesehatan masyarakat adalah mengatasi ketidakadilan. Sehingga, keadilan dalam kesehatan itu perlu dibumikan. Fokus keadilan kesehatan adalah kemudahan akses, pemerataan dan perolehan pelayanan. Tiga dimensi keadilan kesehatan yaitu keadilan dalam status kesehatan, keadilan dalam penggunaan layanan kesehatan, dan keadilan dalam pembiayaan kesehatan.

Selanjutnya, orasi Prof. Sri Sulistyowati menjelaskan bahwa Preeklampsia adalah sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan organ. Preeklampsia merupakan penyebab tingginya kematian ibu karena kehamilan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini