Share

Peraih Nobel yang Mantan Budak Seks ISIS Pulang ke Irak, Janji Usahakan Perdamaian

Agregasi VOA, · Kamis 13 Desember 2018 04:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 13 18 1990531 peraih-nobel-yang-mantan-budak-seks-isis-pulang-ke-irak-janji-usahakan-perdamaian-cSEklv9H7h.jpg Penerima Nobel Perdamaian, Nadia Murad, di Nobel Peace Center, Oslo, Norwegia, 10 Desember 2018. (Reuters)

AKTIVIS Irak Nadia Murad bertemu dengan presiden negaranya, Rabu (12/12), di Baghdad, setelah menerima penghargaan Nobel Perdamaian atas usahanya memperjuangkan nasib para korban kejahatan seksual selama masa perang.

Murad adalah salah satu dari ribuan perempuan yang ditangkap dan dipaksa menjadi budak seks oleh militan ISIS pada 2014. Ia menjadi aktivis bagi para perempuan atau anak perempuan yang menjadi korban setelah melarikan diri dan mengungsi di Jerman.

Ia tiba di Baghdad dari Stockholm, Rabu (12/12), dan disambut Presiden Barham Salih. “Tidak ada artinya penghargaan Nobel tanpa mengusahakan perdamaian,” kata Murad kepada sekelompok pemimpin komunitas dan dubes-dubes asing di Istana Kepresidenan.

Nadia Murad menyampaikan pidatonya dalam penganugerahan Hadiah Nobel Perdamaian di Balai Kota Oslo di Oslo, Norwegia, 10 Desember 2018. (Reuters)

Murad adalah seorang anggota kelompok minoritas Yazidi di Irak, pengikut kepercayaan kuno yang secara keliru disapa sebagai penyembah setan oleh para ektremis Sunni. Ketika menyerbu Irak Utara pada 2014, kelompok militan ISIS membantai ribuan pria Yazidi dan memperbudak sekitar 7.000 perempuan dan anak-anak perempuan.

(Baca Juga : Mantan Budak Seks ISIS Resmi Menerima Nobel Perdamaian)

Banyak di antara mereka berhasil melarikan diri setelah pasukan Irak yang didukung AS secara bertahap, selama tiga tahun, mengusir para militan dari wilayah yang sempat dikuasai mereka. Namun hingga kini, sekitar 3.000 perempuan dan anak perempuan Yazidi masih dinyatakan hilang.

Murad menyerukan agar pemeruintah Irak dan koalisi pimpinan AS melakukan pencarian terhadap mereka yang hilang. Ia juga meminta pemerimtah membangun kembali kampung halamannya, kota Sinjar. Lebih dari 80 persen orang-orang Yazidi masih tinggal di kamp-kamp pengungsi.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini