nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Identitas 10 Pekerja yang Dievakuasi Satgas TNI-Polri dari Nduga

Chanry Andrew S, Jurnalis · Kamis 13 Desember 2018 17:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 13 340 1990879 ini-identitas-10-pekerja-yang-dievakuasi-satgas-tni-polri-dari-nduga-dJRKVpMVc4.jpg Sepuluh pekerja yang berhasil dievakuasi dari Nduga (Foto: Chanry Andrew)

JAYAPURA - Sebanyak 10 orang pekerja bangunan di distrik Koroptak, Kabupaten Nduga, Papua akhirnya berhasil dievakuasi ke Timika, Kamis (13/12/2018).

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Achmad Mustofa Kamal di Jayapura mengatakan, evakuasi kesepuluh pekerja bangunan itu menggunakan satu unit helikopter PT Intan Angkasa.

"Ya, jadi pada hari Rabu (12 Desember) bertempat di halaman belakang Mapolsek Kenyam Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga telah take of helicopter milik PT Intan Angkasa untuk menjemput para tukang bangunan sebanyak 10 orang di Distrik Koroptak," ujar Kabid Humas Kombes Pol AM Kamal kepada Okezone.

Menurut Kamal, helikopter milik PT Intan Angkasa take of dari halaman belakang Mapolsek Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga menuju ke Bandara Lendumu Distrik Koroptak dengan didampingi Wakil Ketua I DPRD Nduga, Alimi Gwijangge untuk menjemput para tukang sebanyak 10 orang yang telah berhasil diselamatkan Satgas Gabungan TNI Polri.

(Baca Juga: TNI-Polri Kembali Temukan 10 Pekerja di Nduga)

Evakuasi 10 pekerja

Proses evakuasi 10 pekerja bangunan ini dilakukan dalam dua tahap, di mana tahap pertama membawa 6 pekerja dan tahap kedua kembali membawa 4 orang.

"Untuk proses evakuasi , usai membawa 6 pekerja, helikopter dari Bandara Lendumu Distrik Koroptak, tiba di halaman belakang Mapolsek Kenyam dengan membawa 6 orang tukang selanjutnya diarahkan menuju ke Mapolsek Kenyam," tuturnya.

Kemudian, pada pukul 07.32 WIT helikopter take off dari halaman belakang Mapolsek Kenyam menuju Bandara Lendumu Distrik Koroptak setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit.

Helikopter milik PT Intan Angkasa dari Distrik Koroptak akhirnya tiba di Bandara Kenyam dengan membawa 4 orang yang terdiri dari 2 orang tukang dari masyarakat pendatang, dan 2 orang tukang yang merupakan masyarakat asli Paniai beralamat di Wamena.

Mereka mengerjakan pembangunan Gedung SD Negeri Koroptak dari perusahan CV Ablan Tehnik. Kini, para pekerja itu dibawa ke Mapolsek Kenyam.

(Baca Juga: Organisasi Papua Merdeka, Apa dan Siapa Mereka?)

Pemerintah Kabupaten Nduga mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak aparat TNI-Polri yang sudah berusaha dan bekerja keras sehingga para pekerja bangunan ini bisa dievakuasi dalam keadaan aman dan sehat.

Berikut identitas ke 10 pekerja yang selamat:

1. DM, laki-laki, Kasuratan, kepala tukang;

2. DM, 38 Tahun, laki-laki Kasuratan, tukang bangunan;

3. CR, laki-laki Toraja, tukang bangunan;

4. IS, laki-laki, Toraja Utara, tukang bangunan;

5. SM, tukang bangunan, Desa Se'seng Tanah Toraja.

6. SA, tukang bangunan, Desa Mapanget Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara.

7. JT, tukang bangunan, Desa Mapanget, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara.

8. AR, Toraja, tukang bangunan, Desa Saluputti, Kecamatan Ra'bung, Kabupaten Toraja.

9. GT, swasta (tukang bangunan) Jalan SD Percobaan (Potilelek) Wamena.

10. YM, swasta, tukang bangunan, Jalan Hom-Hom Wamena.

Menurut salah seorang pekerja yang berhasil lolos dari aksi biadab kelompok kriminal bersenjata (KKB) berinisial DM, pada saat kejadian pembunuhan belalasan pekerja jalan dan jembatan trans Papua, mereka mendapatkan Informasi dari Distrik Yigi.

"Pada hari Sabtu 1 Desember 2018 malam, kami dapat info bahwa ada pekerja jalan yang ditangkap kelompok bersenjata, dan pada hari Minggu pagi setelah sarapan pagi masyarakat dari Distrik Yal mengantar dan membawa lari kami ke arah hutan untuk di amankan," ujar DM.

Setelah berhasil masuk ke hutan, lanjut DM, para pekerja yang dibantu warga setempat membawa mereka ke rumah kepala kampung Yal untuk diamankan.

"Pada sore harinya kami dibawa ke rumah Kepala Kampung Yal (Yelen Gwijangge), kemudian dari Distrik Yal kami diantar dan dibawa ke Distrik Koroptak. Pada hari Senin tanggal 3 Desember 2018 sekitar pukul 01.00 WIT sampai dengan pukul 17.00 WIT kami berjalan kaki dan pada sore harinya, kami tiba di Honay milik masyarakat dan tinggal selama tiga hari," ujar DM.

Evakuasi korban KKB

Pada Rabu 5 Desember 2018, masyarakat kemudian membawa para pekerja lari ke Distrik Yal. Namun, tidak sempat tiba di Distrik Yal, tetapi hanya sampai di gunung Distrik Yal.

Kemudian Minggu 9 Desember 2018 sekira pukul 14.00 WIT, para pekerja kembali dibawa ke Distrik Koroptak karena mendapat informasi melalui Radio SSB dari Kepala Kampung Yal, Yelen Gwijangge dengan Wakil Ketua I DPRD Nduga, Alimi Gwijangge, para pekerja akan dievakuasi ke Kenyam dengan menggunakan Helikopter Bell Milik PT Intan Angkasa.

"Kami berterima kasih kepada aparat TNI-Polri, Pemerintah Daerah dan masyarakat yang sudah membantu kami keluar dari Distrik Yigi," ujarnya.

Dengan diselamatkannya 10 pekerja, maka hingga hari ini, pekerja yang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat sebanyak 35 orang. Namun, korban selamat ini di luar karyawan PT Istaka Karya yang bekerja membangun beberapa bangunan seperti balai desa, gedung sekolah dan perumahan sosial di beberapa distrik yang ada di Kabupaten Nduga.

Personel gabungan TNI/Polri juga akan terus melakukan pencarian para korban pekerja yang berada di beberapa distrik yang ada di Kabupaten Nduga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini