nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengelola Pesta Seks di Yogya Sudah 4 Kali Pindah Lokasi

Kuntadi, Jurnalis · Kamis 13 Desember 2018 17:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 13 510 1990905 pengelola-pesta-seks-di-yogya-sudah-4-kali-pindah-lokasi-Hth0s8XcWC.jpeg Polisi menggerebek pesta seks di Yogyakarta (Foto: krjogja)

SLEMAN - Pesta seks yang digerebek Polda DIY di sebuah homestay di Congdongcatur, Depok, Sleman pada Selasa 11 Desember 2018, malam ternyata bukan kali pertama menggelar adegan mesum tersebut. Mereka sudah menggelar empat kali dan lokasinya berpindah-pindah.

Direktur Reserse dan Umum (Direskrimum) Polda DIY Kombes Hadi Utomo memastikan aktivitas pesta seks yang dikomersialkan ini sudah berlangsung lama. Bahkan kasus yang diungkap ini bukanlah kali pertama.

"Pengakuannya sudah empat kali dan tempatnya berpindah," jelasnya, Kamis (13/12/2018).

Menurutnya, kasus pesta seks seperti ini, bukanlah kali pertama yang mereka ungkap. Polda DIY sebelumnya juga sudah memproses kasus yang sama, hanya saja kasus ini tidak dirilis kepada media.

"Kalian (wartawan) tidak tanya, jadi tidak kita rilis," gurau Hadi.

(Baca Juga: 10 Orang Asyik Nonton Pasutri yang Sedang Bercinta)

Pengelola pesta seks tersebut, kata Hadi, menawarkan informasi di media sosial. Mereka yang tertarik akan dihubungi oleh pengelola dengan membayar sejumlah uang. Nantinya mereka akan menentukan lokasi pesta dan yang tertarik akan dihubungi oleh para pengelola.

Dari hasil pemeriksaan awal, mereka sudah memiliki banyak anggota. Pengelola ini mengumpulkan dalam satu WA grup. Semua informasi di share di dalam kelompok itu. Dalam melakukan penawaran mereka juga selektif

"Mereka ini belum masuk WA grup, tetapi nomornya mudah dihubungi pengelola," tuturnya.

Apakah dalam perkara ini juga dilakukan perekaman atau penyebaran melalui internet, Hadi belum bisa memberikan kepastian. Pihaknya akan meminta keterangan dari para tersangka secara lebih dalam.

"Kita akan libatkan krimsus kalau ini sudah menyebar melalui IT," tandas Hadi.

Penyidik akan menjerat para pelaku dengan KUHP menggunakan pasal pencabulan. Selain itu juga akan digunakan UU 21 tahun 2007 tentang perdagangan orang, karena penonton juga ditarik biaya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini