nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pumuteran Bay Festival 2018 untuk Kelestarian Terumbu Karang di Buleleng

Risna Nur Rahayu, Jurnalis · Jum'at 14 Desember 2018 15:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 14 1 1991232 pumuteran-bay-festival-2018-untuk-kelestarian-terumbu-karang-di-buleleng-TLVlB1ReUC.jpg Pemuteran Bay Festival 2018 (Foto: Kemenpar)

BULELENG - Pemuteran Bay Festival (PBF) 2018 sudah memasuki hari ketiga, setelah resmi dibuka pada Rabu 12 Desember 2018 di Buleleng. Festival yang akan berakhir pada 15 Desember ini, tak hanya mempromosikan seni dan budaya Bali, tapi juga menjadi ajang pelestarian lingkungan lewat aksi menjaga dan menanam terumbu karang.

“Ada banyak sisi baik dari PBF 2018. Selain menampilkan pertunjukan seni dan budaya, empati publik atas nasib lingkungan juga dibangkitkan lewat penanaman terumbu karang. Ini menjadi branding terbaik dari festival. Kita semua terus diajak melestarikan lingkungan terutama terumbu karang,” ujar Kelihan Desa Pakraman Pemuteran, Ketut Wirdika.

Ketut menerangkan, masyarakat sekitar Pemuteran aktif menjaga lingkungan. Bernaung di bawah Yayasan Karang Lestari, masyarakat menanam terumbu karang menggunakan teknologi biorock. Metodenya, penanaman terumbu karang dalam sebuah struktur besi, lalu dialiri arus lemah 3,8-12 Volt hingga mineral larut tertarik dan membentuk karang. Menariknya, kerangka berbentuk beragam jenis patung. Hasilnya, Teluk Pemuteran saat ini tidak ubahnya sebuah galeri seni.

Penerapan teknologi biorock berlangsung sejak lama di Pemuteran dan sudah banyak mendapat apresiasi. Pernah menyabet gelar runner up di United Nation World Tourism Organization (UNWTO) kategori Innovation in Non Govermental Organization. Teknologi biorock ini juga diganjar urutan 7 kategori Top 10 Lonely Planet Terbaik Asia 2016.

“Alam ini harus dirawat dengan baik. Terumbu karang harus dijaga dan terus dikembangkan. Kawasan ini bisa diekplorasi sebagai destinasi wisata. Terumbu karang ini juga bisa memiliki nilai ekonomi tinggi melalui ikannya,” ujar Wirdika lagi.

Wirdika menambahkan, banyak manfaat dari upaya konservasi terumbu karang di Teluk Pemuteran. “Konservasi alam selalu memberikan manfaat. Selain menjaga stabilitas iklim, konservasi juga menghadirkan lingkungan sehat dan tentunya juga penting untuk ilmu pengetahuan,” lanjutnya.

Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani menerangkan, ada banyak nilai yang diterima apabila konservasi alam berjalan mulus. Pelestarian akan merangsang rehabilitasi terumbu karang dan wisatawan terus berdatangan ke Buleleng untuk menyaksikan keindahannya.

“PBF 2018 ini event luar biasa. Manusia dan alam menyatu menjadi satu. Unsur seni dan budaya sakral Bali disatukan dengan konsep konservasi alam terbaik. Hasilnya, ada banyak pengetahuan yang didapat oleh para pengunjungnya,” kata Giri Adnyani.

“Terumbu karang ini aset besar, khususnya bagi industri pariwisata. Kalau terumbu karang sehat dan bagus, ada aliran income besar yang dihasilkan melalui aktivitas pariwisata. Kami optimistis, terumbu karang di Pemuteran akan terjaga lestari,” tambah Giri Adnyani.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang ikut mendukung acara ini. Dia berharap event Pemuteran Bay Festival bisa konsisten digelar dari tahun ke tahun.

"Karena dengan konsisten dan jelasnya tanggal pelaksanaan, ini akan menjadi daya tarik wisatawan untuk terus datang ke festival ini," ujar Agus.

Kampanye lingkungan versi PBF 2018 diacungi jempol oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar menilai experience terbaik telah diberikan PBF. “Bali ini memiliki segalanya. Atraksi, aksesibilitas, dan amenitas serba luar biasa. Kondisi ini semakin sempurna dengan budaya sehat melalui upaya pelestarian lingkungan. Konsep ini benar-benar menjadi pengalaman terbaik,” tutupnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini