nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beberapa Hal yang Diketahui Tentang Cherif Chekatt dan Penembakan Pasar Natal Strasbourg

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Jum'at 14 Desember 2018 10:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 14 18 1991149 beberapa-hal-yang-diketahui-tentang-cherif-chekatt-dan-penembakan-pasar-natal-strasbourg-y3Vo110bXK.jpg Poster buronan Cherif Chekatt yang diedarkan polisi Prancis. (Foto: BBC)

POLISI Prancis dilaporkan telah menembak mati Chérif Chekatt, 29 tahun, yang dicurigai melepaskan tembakan di Strasbourg, yang menewaskan tiga orang dan melukai belasan lainnya.

Ratusan polisi, tentara dan agen perbatasan di kedua sisi perbatasan Prancis-Jerman dikerahkan memburu tersangka.

Tiga orang tewas dan 13 luka-luka akibat serangan yang berlangsung dekat pasar Natal di kota yang terletak di timur Prancis pada Selasa, 11 Desember malam.

Pria bersenjata itu meneriakkan 'Allahu Akbar' saat melepaskan tembakan.

Chérif Chekatt sudah tercatat dalam data otoritas Prancis sebagai seseorang yang mengalami radikalisasi kalangan ekstrim Islam saat mendekam di penjara untuk berbagai kejahatan, seperti perampokan.

Polisi mengatakan siapa pun yang melihat 'tersangka berbahaya' itu tidak boleh mendekatinya, tetapi harus menelepon nomor darurat.

Lampu-lampu Menara Eiffel Paris dimatikan semalam untuk menghormati korban serangan.

Walikota Paris, Anne Hidalgo, mengatakan hal itu merupakan ungkapan dukungan Paris kepada keluarga yang terkena dampak dan 'semua warga Strasbourg'.

Apa yang kita ketahui tentang tersangka?

Menurut polisi, Chérif Chekatt lahir di Strasbourg dan sudah dikenal oleh petugas keamanan sebagai orang yang merupakan ancaman potensial teroris Islamis.

Dia masuk di "Fiche S", atau 'Berkas S,' yakni daftar tentang orang-orang yang diawasi karena bisa menjadi ancaman potensial terhadap keamanan nasional.

Dia sudah pernah dipidana sebanyak 27 kali untuk berbagai kejahatan, seperti perampokan di Perancis, Jerman dan Swiss, dan sering keluar masuk penjara.

Polisi sebetulnya sedang mencari Chekatt pada Selasa pagi, sehubungan dengan kasus lain, tetapi ia tak ada di rumahnya.

Dalam penggeledahan di apartemennya di Neudorf, ditemukan sebuah granat, sepucuk senapan, empat bilah pisau -dua di antaranya adalah pisau untuk berburu- dan amunisi.

Diyakini ia terluka dalam baku tembak dengan tentara yang berpatroli di pasar Natal di Strasbourg ketika serangan itu terjadi.  

Mengapa Strasbourg menjadi sasaran?

Strasbourg sudah beberapa kali menjadi sasaran serangan pejihad.

Pada tahun 2000, pasar Natal jadi sasaran dalam rencana serangan oleh al-Qaeda, namun gagal. Sepuluh militan Islamis dihukum, empat tahun kemudian, untuk peran mereka dalam serangan Malam Tahun Baru yang gagal itu.

Di kota ini terdapat salah satu pasar Natal tertua di Prancis.

Strasbourg juga merupakan lokasi resmi Parlemen Eropa. Saat serangan Selasa malam, parlemen sedang bersidang.

Namun para anggota parlemen bertekad terus melanjutkan kegiatan mereka untuk menunjukkan mereka tidak takut.

Anggota parelemen dari Jerman Jo Leinen memgunggah gambar para anggota parlemen membawakan nyanyian, serta lampu-lampu Natal di Parlemen Eropa.

Bagaimana serangan itu terjadi?

Selasa sekitar pukul 20:00 waktu setempat (Rabu 02:00 WIB), seorang pria melepaskan tembakan ke kerumunan di dekat pasar Natal terkenal yang dijejali ribuan pengunjung di dekat Place Kleber.

Jaksa anti-teror Perancis, Rémy Heitz mengatakan dua orang tewas dan satu orang mengalami mati otak karena berondongan peluru. Dua belas orang lainnya terluka, enam di antaranya cedera serius, tambahnya.

Tersangka bersenjatakan senapan dan pisau itu melarikan diri setelah merampas sebuah taksi, kata Heitz.

Ketika berusaha melarikan diri, empat tentara mencegatnya, ia pun menembaki mereka, kata Heitz. Para prajurit balas menembak, antara lain diyakini mengenai lengannya.

Kepada sopir taksi, penyerang itu mengatakan bahwa dia telah membunuh 10 orang, dan bahwa dia terluka akibat baku tembak dengan tentara.

Dia lalu memerintahkan sopir taksi untuk menurunkannya di sekitar kantor polisi di daerah Neudorf. Ia keluar mobil dan menembaki polisi lalu lenyap dalam kegelapan malam.

Empat orang di Strasbourg yang terkait dengan tersangka ditahan, kata Heitz. Menurut sumber, mereka adalah keluarga Chérif Chekatt yang terdiri dari ayah dan ibunya, serta dua saudara lelakinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini