nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kurikulum Antikorupsi Diajarkan Sejak Dini pada Anak PAUD

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 15 Desember 2018 10:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 15 65 1991640 kurikulum-antikorupsi-diajarkan-sejak-dini-pada-anak-paud-faKKZdr0VX.jpg Ilustrasi Antikorupsi (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah akan membangun budaya antikorupsi sejak pendidikan anak usia dini. Melalui program Saya Anak Antikorupsi (disingkat SAAK) pemerintah ingin budaya antikorupsi dipelajari di sekolah.

Inspektur Jenderal Kemendikbud Muchlis Rantoni Luddin mengatakan, program ini untuk mewujudkan budaya antikorupsi di kalangan pelajar. Menurut dia, program ini di mulai sejak pendidikan anak usia dini hingga pendidikan menengah.

loading...

“Mudah-mudahan program ini bisa berjalan baik dan anak-anak beserta seluruh warga sekolah bisa bahu membahu dengan kami untuk memulai berkontribusi membangun budaya antikorupsi,” harap Muchlis saat peluncuran SAAK di Jakarta.

Baca Juga: Madrasah hingga Universitas Segera Terapkan Kurikulum Antikorupsi

Muchlis menjelaskan, visi program SAAK adalah menanamkan nilai antikorupsi kepada generasi muda dengan sembilan nilai antikorupsi, kesederhanaan, kegigihan, keberanian, kerja sama, kedisiplinan, keadilan, kejujuran, bertanggung ja wab, dan kepedulian.

Misi lainnya adalah menumbuh kembangkan kebiasaan baik sebagai bentuk pendidikan karakter. Jika budaya korupsi bisa tumbuh sejak dini, dia berharap generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan berkarakter pun akan semakin banyak tercipta.

“Kami memiliki misi memperkuat ketakwaan generasi muda kepada Tuhan dan kepada Tanah Air,” ucapnya.

 Dia berharap akan semakin banyak agen antikorupsi yang tumbuh melalui program SAAK ini.

Sebab, mereka diharap akan melakukan sosialisasi pencegahan korupsi di lingkungan satuan pendidikan, membentuk budaya komunitas antikorupsi di lingkungan satuan pendidikan, membentuk komunitas antikorupsi di kelompok peserta didik, dan mendukung gerakan SAAK melalui kegiatan ekstrakurikuler.

SAAK ini merupakan bagian dari program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang digaungkan Kemendikbud. “Program ini dimaksudkan untuk mem bangun budaya anti korupsi.

Kemendikbud bersama KPK mulai memasyarakatkan secara massal, terutama dibantu oleh para siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk bersama-sama membangun budaya antikorupsi di satuan pen didikan,” paparnya.

Sebagai tanda diluncurkannya program “Saya Anak Anti - korupsi”, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Pandjaitan didampingi Inspektur Jenderal Kemendikbud Muchlis Rantoni Luddin serta pejabat eselon II Inspektorat Jenderal dan Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud menyematkan selendang SAAK kepada perwakilan siswa.

Baca Juga: Mantap! KPK Dorong Adanya Mata Kuliah Antikorupsi di Kampus

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan berharap, para siswa dapat menjadi agen antikorupsi di sekolah masing-masing. “Harus dipegang terus dan yang paling utama jadilah agen-agen perubahan dengan mengedepankan antikorupsi,” pesan Basaria.

Basaria mengatakan, budaya antikorupsi memang harus dibangun sejak dini sehingga ma syarakat nantinya bisa dengan mudah menolak tawaran korupsi. Menurut dia, berdasarkan hasil penelitian apabila tidak terjadi korupsi di Indonesia, sekolah gratis bisa diterapkan di seluruh Indonesia hingga jaminan kesehatan gratis pun dapat terlaksana.

Sayangnya, korupsi sudah me rambah dengan hebat ke seluruh sendi bangsa dan membuat Indonesia sulit berkembang. Basaria pun ingin gaung SAAK tidak hanya di awal, melainkan harus dilakukan secara nyata dan terus-menerus.

Contoh gampang sikap antikorupsi, kata Basaria, adalah memulai belajar dengan baik dengan tidak mencontek. “Siswa yang karakternya baik adalah siswa yang memiliki nilai antikorupsi di dalam kehidupan,” katanya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini