nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ESDM Tambah Tiga Unit Air Bersih Siap Minum untuk Sulteng

Hessy Trishandiani, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 12:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 17 1 1992290 esdm-tambah-tiga-unit-air-bersih-siap-minum-untuk-sulteng-7lbetANlGc.jpg Tim Siaga Bencana Kementerian ESDM luncurkan program Air Bersih Siap Minum (Foto: Dok. Kementerian ESDM)

PALU - Pasca bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah, Tim Siaga Bencana Kementerian ESDM terus membantu masyarakat terdampak bencana.

Selain pembuatan puluhan sumur bor di sejumlah titik lokasi bencana, Tim Siaga Bencana K-ESDM juga meluncurkan program "Air Bersih Siap Minum" (ABSM) melalui pemasangan Water Treatment untuk mengolah air baku yakni air PAM, air sumur, air sungai menjadi air minum dan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Kerjasama Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan, hingga awal Desember 2018 telah dioperasikan 17 unit ABSM yang tersebar di 15 lokasi di Kota Palu, Kab. Sigi, dan Kab. Donggala

Secara keseluruhan 17 unit ABSM melayani kebutuhan air bersih 22.241 jiwa pengungsi dan penduduk. Mereka bisa memperoleh air bersih secara cuma-cuma.

"Dalam waktu dekat ini Tim Siaga Bencana Kementerian ESDM akan melakukan instalasi sebanyak lima ABSM di sejumlah lokasi di Sulawesi Tengah," kata Agung.

Program ABSM dari Tim Siaga Bencana K-ESDM ini mendapat dukungan penuh dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor energi dan pertambangan.

Agung merinci, sejak 17 Oktober sampai 24 November 2018 telah beroperasi 14 unit ABSM yang tersebar di 12 lokasi di Palu, Sigi, dan Donggala yang dapat memberikan akses air minum dan air bersih bagi 16.975 jiwa pengungsi.

Pada awal Desember telah dipasang lagi tiga unit ABSM tipe 2000 GPD yang sumbangan oleh perusahaan tambang Adaro Indonesia. Masing-masing unit dapat menghasilkan 7.000 liter air minum dan 24.000 liter air bersih setiap harinya.

Ketiga unit ABSM tersebut melayani 5.266 jiwa pengungsi dan penduduk yang tersebar di Posko Pengungsian Lapangan Gawalise, Kel. Duyu, Kec. Palu Barat, Kotamadya Palu, di Desa Omu, Kec. Gumbasa, Kab. Sigi, dan di Desa Tompe, Kec. Sirenia, Kab. Donggala.

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini