nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Lampung Selatan Didakwa Terima Uang Korupsi Sebesar Rp106 Miliar

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 15:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 17 337 1992427 bupati-lampung-selatan-didakwa-terima-uang-korupsi-sebesar-rp106-miliar-qWhE9Fv6et.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Bupati non-aktif Lampung Selatan, Zainudin Hasan didakwa menerima total uang korupsi sebesar Rp106 miliar. Uang tersebut diduga merupakan hasil suap, keuntungan dari mengikuti proyek, dan penerimaan gratifikasi dari pengusaha.

Adik Ketua MPR Zulkifli Hasan (Zulhas) tersebut didakwa menerima suap sebesar Rp72.742.792.145 ‎dari sejumlah rekanan melalui dua Kadis PUPR Lampung Selatan, Hermansyah Hamidi dan Anjar Asmara serta Kabid Program Dinas PUPR, Syahroni dan Kasubbag Keuangan Dinas PUPR Lampung Selatan, Agus Bhakti Nugroho.

Sebagaimana hal tersebut diungkapkan Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ‎saat membacakan surat dakwaan untuk Zainudin Hasan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Lampung, pada hari ini.

"Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya," kata Jaksa KPK mengutip surat dakwaan yang diterima Okezone, Senin (17/12/2018).

lampung

 (Baca juga: Adik Zulkifli Hasan Disidang terkait Kasus Korupsinya Senin Pekan Depan)

Menurut Jaksa, uang Rp72 miliar tersebut diterima Zainudin Hasan melalui Hermansyah, Anjar Asmara, Syahroni, dan Agus Bhakti dari sejumlah rekanan yang akan mendapatkan kegiatan proyek di Dinas PUPR tahun anggaran 2016 hingga 2018.

Tak hanya itu, Zainudin juga didakwa mendapatkan keuntungan sekira Rp27 miliar secara tidak sah dari keikutsertaannya dalam pekerjaan pemborangan. Padahal, Zainudin seharusnya merupakan pihak yang mengawasi proyek di lingkungan Kabupaten Lampung Selatan.

Jaksa mengungkapkan, ‎Zainudin melalui PT Krakatau Karya Indonesia (KKI) yang dikelola Boby Zulhaidir mendapatkan ploting untuk dapat mengerjakan proyek yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Lampung Selatan tahun 2017.

 (Baca juga: KPK Terbangkan Adik Zulkifli Hasan ke Lampung untuk Disidang)

"Bahwa atas perbuatannya, terdakwa untuk ikut serta secara langsung maupun tidak langsung dalam proyek di Lampung Selatan melalui perusahaan milik terdakwa yang dikelola oleh Boby Zulhaidir, PT KKI memperoleh keuntungan, tahun 2017 sebesar Rp9 miliar, dan tahun 2018 sebesar Rp18 miliar," imbuh Jaksa.

lampung 

Jaksa juga mendakwa adik Ketua MPR, Zulkifli Hasan ‎tersebut menerima gratifikasi sebesar Rp7 miliar melalui rekening Gatoet Soeseno. Adapun, gratifikasi Rp7 miliar itu berasal dari PT Baramega Citra Mulia Persada dan PT Johnlin senilai Rp3,1 miliar.

Kemudian, dari PT Estari Cipta Persada sebesar Rp4 miliar. Menurut Jaksa, penerimaan uang tersebut berlawanan dengan kewajibannya atau tugasnya sebagaimana diatur Pasal 5 angka 4 dan angka 6 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini